Lucy Kurniasari : Database Surabaya Tidak Beres

0
166

Surabaya NAWACITAPOST – Salah satu tugas anggota DPRRI adalah melakukan penjaringan aspirasi dari masyarakat khususnya dari dapilnya masing-masing. Di masa reses persidangan ke-IV tahun 2020 ini, anggota DPRRI komisi IX dari Partai Demokrat, Lucy Kurniasari menemui perwakilan pedagang kaki lima dari seluruh Surabaya untuk mengetahui apa-apa saja yang perlu disampaikan kepada Pemerintah pusat.

“Hari ini kita sambang dulur ke PKL untuk kita akomodir permasalahannya, dan ternyata banyak sekali permasalahan terutama terkait bantuan sosial,” ujar Lucy

Menurut Lucy, di Surabaya terdapat ketidak beresan masalah data. Banyak orang yang pantas menerima bantuan namun tidak terdata. Sebaliknya, banyak warga mampu terdata sebagai penerima bantuan.

Lucy mencontohkan suatu kasus yang dialami Imam Suhadi warga Ngagel Surabaya. Di usia 63 tahun, Ia baru saja menjalani operasi dengan biaya pribadi sebesar 20 juta yang dirasa sangat berat baginya sebagai seorang pedagang kaki lima (PKL). Sayangnya, Ia tidak terdata dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI). Padahal secara persyaratan, Imam pantas diberikan bantuan.

Dijelaskan, PBI adalah bantuan jaminan kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu sebagaimana diamanatkan UU SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) yang iurannya ditanggung Pemerintah sebagai peserta program jaminan kesehatan. Sumber dana PBI adalah dari APBD dan APBN.

” Ini pasti ada yang salah di databasenya, saran saya harus ditelusuri kenapa bapak ini tidak masuk data PBI. Siapa tahu akibat ketidaktahuan,” kata Lucy didepan konstituennya saat melakukan reses. Selasa (21/7/20).

Lucy juga mendapat pertanyaan tentang BPJS. “Banyak yang tidak tahu, selain BPJS Kesehatan ada pula BPJS Tenaga kerja yang banyak manfaatnya,” ujarnya.

Sebagai komisi IX DPPRI yang mengurusi kesehatan dan ketenagakerjaan, Lucy merasa wajib mensosialisasikan hal ini mengingat ada banyak ketidaktahuan dari masyarakat.

Nantinya, hal-hal yang tentang permasalahan di masyarakat akan kita perjuangkan supaya hak-hak mereka dapat terpenuhi.

Di akhir, Lucy menghimbau ditengah era new normal, masyarakat diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan. ” Jangan anggap enteng Covid. Surabaya ini nomer satu, tetap pakai masker, jaga jarak, jaga kebersihan, jaga kesehatan dan rajin berolahraga,” tukas Lucy.

Selain menjaring aspirasi masyarakat, Lucy juga memberikan bantuan ratusan paket sembako serta makanan bergizi untuk Balita dan para ibu hamil. (BNW)