Tahap Pemutakhiran Data, Ketua Dewan Apresiasi Kinerja KPU Surabaya

0
129

Surabaya NAWACITAPOST – Di masa pandemi Covid-19, tahapan demi tahapan Pilkada Kota Surabaya terus berlanjut. Saat ini KPU beserta jajarannya tengah melakukan Coklit (pencocokan dan penelitian) data para pemilih ke rumah-rumah penduduk di seluruh Surabaya, sejak Sabtu 15 Juli sampai 13 Agustus 2020.

Menurut Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, dalam tahapan pilkada kegiatan Coklit sangatlah penting demi pemutakhiran data pemilih, sehingga tercatat dengan benar dan terverifikasi faktual warga yang mempunyai hak suara dalam Pilkada Kota Surabaya, 9 Desember 2020, yang akan memilih Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota terbaik pilihan rakyat.

“Proses demokrasi kali ini akan melahirkan pemimpin baru di Kota Surabaya, menyusul akan berakhirnya masa bakti Walikota Tri Rismaharini dan Wakil Walikota Whisnu Sakti Buana, pada Februari 2020, ” ujar Awi (panggilan Adi Sutarwijono). Minggu, (19/7/20)

Dan, Pemimpin baru Kota Surabaya nantinya akan bertugas melanjutkan pembangunan kota menjadi lebih maju terutama sektor kesejahteraan masyarakat.

Lanjut Awi, sebagaimana yang telah dikerjakan Walikota Bu Risma sejak 2010, telah membawa pembangunan Kota Surabaya di track yang benar. Bu Risma telah membuat kota ini semakin maju dan berwajah manusiawi, bahkan membawa ke orbit internasional, paparnya.

Maka dari itu, menurut Awi, pendataan pemilih oleh KPU Kota Surabaya adalah untuk memastikan tidak ada pemilih “selundupan” nantinya saat Pilkada 9 Desember 2020.

“Kita tidak ingin Pemilih yang sebenarnya tidak punya hak tapi dapat memberikan suaranya. Disamping itu, kita juga tidak mau warga yang punya hak suara, tapi tidak terdata, ” ujar Awi.

Masyarakat tidak menginginkan Pilkada di Surabaya terciderai oleh berbagai kecurangan. Karena kecurangan akan mengkhianati demokrasi dan dengan sendirinya mengingkari ‘suara rakyat adalah suara Tuhan’, tegas Awi Politisi PDIP ini.

Karena itu, masih Awi, kita ingin memastikan semua warga Surabaya yang memenuhi syarat memilih, tercatat sebagai pemilih. Agar mereka terfasilitasi dengan baik dalam pemberian suara. Sehingga partisipasi pemilih sangat tinggi dalam Pilkada 9 Desember 2020.

“Sabtu kemarin, saya. sudah didatangi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk diverifikasi. Dirumah saya terdapat 4 pemilih yakni saya, istri, dan dua anak. Verifikasi kemarin langsung disaksikan oleh Ketua KPU Kota Surabaya Nur Syamsi, PPK, dan aparatur Bawaslu Kota Surabaya.

Terkait hal ini, Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, mengapresiasi KPU Kota Surabaya yang menjalankan kegiatan Coklit tersebut dengan standar ketat protokol kesehatan.

Meski seluruh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) harus dirapid test dulu, kemudian memakai masker, face shield dan bersarung tangan namun KPU berserta jajarannya dan Bawaslu tetap bergerak demi terselenggaranya Pemilukada yang demokratis, bersih, jujur dan adil. (BNW)