Sapa Warga Kebonsari, Machfud Arifin ‘Disambati’ Masalah WC Umum

0
428

Surabaya NAWACITAPOST – Cerdas, Peduli dan berpengalaman mungkin memang pantas disematkan pada tokoh yang satu ini. Sosok Machfud Arifin (MA) memang dikenal cerdas, terbukti dimasa kedinasannya di kepolisian, Ia sempat tiga kali menduduki posisi sebagai Kapolda di wilayah yang berbeda.

Sebagai Kapolda pun, MA yang sarat dengan pengalaman juga dikenal sebagai bapak pembangunan karena dimanapun tempat bertugasnya selalu melakukan pembangunan baik dalam hal sarana prasarana maupun dalam pembangunan SDM.

Sikap peduli MA juga tidak bisa diragukan lagi. Jendral bintang dua selevel dengan Gubernur tapi masih peduli kepada Masyarakat Surabaya yang menghendaki dirinya mau memimpin dan membangun Surabaya yang merupakan kota tempat kelahirannya.

Terkait pencalonannya sebagai Walikota Surabaya kedepan, setiap hari MA rajin melakukan blusukan terutama ke kampung-kampung kumuh di seluruh Surabaya demi mendengar keluhan masyarakat yang akan dipimpinnya nanti.

Kemarin, Rabu (15/7/20) disela kesibukannya, Machfud Arifin menyempatkan dirinya datang menyapa warga Kebonsari Jambangan dalam menjaring aspirasi masyarakat untuk ditindak lanjuti sewaktu Ia menjabat sebagai Walikota Surabaya kedepan.

Dalam paparan singkatnya, MA mengaku prihatin terhadap banyak hal yang kurang di Surabaya ini. MA berjanji, apabila dirinya terpilih nanti akan membuat Surabaya menjadi lebih maju dari saat ini, dan bukan hanya dalam penampakaannya.

Maka dari itu, MA mengajak seluruh masyarakat di Jambangan untuk bersama-sama mengupayakan Surabaya menjadi kota yang lebih maju sesuai dengan slogannya ‘Maju Kotane, Makmur Wargane’.

Diwaktu yang berbeda, warga RT07 RW02 Kebonsari, SUTO mengungkapkan kebanggaannya karena Calon Walikota idolanya mau menyempatkan berkunjung ke kampungnya meski hanya 10 menitan.

Sebenarnya, menurut Suto, Ia ingin diberi kesempatan untuk menyampaikan keluhannya. Namun karena keterbatasan waktu yang sudah memasuki saat Magrib, ia tak bisa menyampaikan permasalahan yang dialami oleh warga kampungnya.

Ditanya terkait keluhannya, kepada media Suto menjelaskan bahwa selain kemiskinan, hampir dua bulan ini warga kampung gang masjid tidak bisa menggunakan WC umum yang sejak 1997 dijadikan warga untuk membuang hajat.

” WC umum ditempat kami, sudah dua bulan ini rusak sehingga saat buang hajat, warga harus numpang kerumah saudara dikampung sebelah,” ujar tokoh Madura di Jambangan ini.

Untuk itu, Suto memohon agar ada kepedulian dari pihak tim Machfud Arifin terkait hal ini sehingga sekitar 25 KK di kampung gang Masjid Kebonsari mendapat kenyamanan khususnya para Lansia yang jumlahnya hampir separo, tukas Suto yang berprofesi sebagai pengepul barang bekas ini. (BNW)