Penemuan Mayat Bocah Laki-laki, di Pinang Sebatang Timur. Diduga Korban Pembunuhan

0
934
Diduga Korban Pembunuhan

Siak,Nawacitapost.com – Fakta yang telah ditemukan dilapangan terkait penemuan mayat bocah laki-laki, AG (8)Tahun, Warga Kampung Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak

Sebelumnya telah dikabarkan bahwa anak tersebut di cari oleh kedua orangtuanya dan keluarganya sejak pagi dan sampai malam kamis. kamis,(14-07-2020)

Namun, anak tersebut (AG)  ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, di buktikan dengan adanya bekas luka pada bagian leher korban, diduga bekas pukulan benda tumpul. Atas penemuan mayat itu pada Jumat (17/7/2020) sekira pukul 07.00 WIB, di area kebun Sawit, Jalan Raya Bunut, Kampung Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.

Pihak saksi mata tidak lain sebagai orang tuannya Foloe Giawa alias Ama Fati Giawa
(67) Tahun, ketika penemuan mayat anaknya terus langsung menghubungin Pihak polsek Tualang,dalam hitungan menit sat polsek Tualang di pimpin oleh Kapolsek AKP M.Faizal Ramzani,SH,S.iK berserta jajaran Polsek Tualang turun langsung melakukan olah Tempat kejadian perkara ( TKP ) Penemuan Mayat berjenis Kelami Laki – Laki.

Dari keterangan salah satu keluarga korban Lisa Giawa alias A. Putri, menyampaikan kepada wartawan di lokasi kejadian korban tak pulang ke rumah sejak Kamis 16 Juli 2020. Dan di temukan Jum’at 17 Juli 2020 pagi dengan kondisi telah meninggal dunia.
Lisa menjelaskan kepada awak media bahwa Dari kemarin adek kita ini tidak pulang, kita juga sudah buat laporan kehilangan ke kantor polisi polsek Tualang, setelah dari kemarin sampai malam baru pagi ini orang tuanya yang langsung menemukannya di tepi tebing itu, ia sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Tualang AKP Faizal Ramzani, SH, S.Ik, MH, didampingi Danramil 10 Tualang Kapten Inf. Marulitua Lumban Tobing saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, korban sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya pada hari Kamis kemarin, dan pagi ini anak usia 8 tahun itu ditemukan telah meninggal dunia di tepi tebing lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim di wilayah Kampung Pinang Sebatang Timur.

“Dugaan sementara jenazah anak ini merupakan korban pembunuhan. Saat ini kita langsung berkoordinasi dengan Polres Siak untuk dilakukan olah TKP. Setelah ini, jenazah akan langsung kita evakuasi bersama Danramil 10 Tualang ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru guna dilakukan otopsi,” terangnya  Faizal.

Lanjut menyampaikan ungkapan bela sungkawa kepada keluarga korban yang juga tiba dilokasi penemuan mayat. AKP Faisal bersama Kapten Inf. Marulitua Lumban Tobing tampak berusaha menenangkan pihak keluarga yang histeris saat dilokasi kejadian.”Kita turut berduka atas kejadian ini, mohon do’a nya agar kami bisa segera menangkap pelaku,”tandasnya.

BACA JUGA : Dukung Pembinaan Narapidana Rutan, Pemkab Siak Serahkan Bantuan Sarana Prasarana

Ketua DPC Himpunan Masyarakat Nias Indonesia ( HMNI ) Kabupaten Siak,SIMARDIN GEA,turut ikut hadir mendampingin pihak polsek Tualang dan Koramil serta memberikan perhatian kepada prihatian kepada orang tua korban dan masyarakat yang ikut hadir menyaksikan kejadian tersebut.

Simardin Gea menyampaikan TURUT BERDUKA YANG SEDALAM – DALAMNYA ATAS MENINGGALNYA ANAK KITA SEMOGA ALAMARHUM TENANG BERSAMA TUHAN DAN KELUARGA TABAH DAN SABAR MENERIMANYA, Saya mengingatkan agar kita sebagai keluarga dan masyarakat ono niha yang hadir menyaksikan musibah ini di lokasih kejadian, kita harus tabah dan sabar atas musibah ini kita serahkan penuh kepada pihak kepolisian agar bisa menangkap pelaku dan mempertanggung jawabkan perbuatanya,tutur Simardin.

Lanjutnya,Ini pengalaman bagi kita semua agar anak- anak kita tetap kita kawal dan mengingatkan selalu untuk tidak pergi tanpa beritahukan kepada orang tua atau keluarga, jika terjadi hal – hal seperti ini siapa yang kita salahkan,jelasnya.

Ketua DPC HIMNI Kabuapten Siak SIMARDIN GEA,Ikut mendampingin Keluarga korban dan Pihak Kepolisian Polsek Tualang ke Ruamh sakit Bhyangkara Pekan baru untuk di lakukan otopsi”.

Sokhiaro Halawa (Nawacitapost.com, Kabupaten Siak)