Blitar, NAWACITAPOST.COM- Untuk melampiaskan kegembiraannya, warga kelurahan bendo, kecamatan kepanjenkidul, kota blitar, menggelar elektone. Pasalnya ada warganya yang sembuh dari Corona Virus Disease-19 (Covid-19) Selain menggelar elektone, juga mendapat kiriman bucket bunga dari Camat Kepanjen Kidul.

Warga yang telah dinyatakan sembuh itu bernama Dameria Suci Wijayanti (41 tahun) sebagai staf Sekwan di Pemerintah Kabupaten Blitar. Warga Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar ini hasil tergolong Orang Tanpa Gejala (OTG).

Pada tanggal 17 Juni 2020 mengikuti Rapid Diagnostic Test (RDT) yang dilakukan oleh instansinya dan hasilnya reaktif.

Kemudian dilanjutkan pemeriksaan spesimen tanggal 22 Juni 2020. Pada tanggal 29 Juni 2020 keluar hasil positif. Yang bersangkutan tidak mengalami gejala ke arah covid-19, di isolasi di Rumah Sakit Rujukan covid-19 Kota Blitar, sejak 29 Juni 2020 dan dinyatakan sembuh pada 10 Juli 2020.

Suci diantar pulang menggunakan ambulance PMI dan turun di ujung gang, Jum’at 10-07-2020 sekitar pukul 19.00 WIB. Sudah banyak warga di lingkungannya menyambut dengan riang. Karena Suci dikenal ramah dan suka menolong tetangga sekitarnya. Begitu turun dari ambulance, warga bertepuk tangan senang. Camat Kepanjenkidul pun memberikan seikat karangan bunga sebagai simbol ucapan selamat datang, kembali sehat bisa berkumpul dengan sanak keluarga.

Pada saat awak media nawacitapost mengkonfirmasi terkait hal ini, Camat pun membenarkan bahwa ada warganya yang sembuh dan akan kembali ke rumah.

“Begitu dapat laporan ada warga saya dinyatakan sembuh dan diantar pulang, saya langsung koordinasi dengan pihak Babinkamtibmas untuk mengadakan acara penyambutan. Sekaligus sosialisasi menegakkan disiplin protokol kesehatan,” kata Camat Kepanjenkidul Parminto, Sabtu 11-07-2020.

Menurut dia, sambil berjalan menuju rumahnya, hampir semua warga berdiri di depan rumah mereka, sambil mengucap syukur atas kesembuhan Suci. Alunan suara musik dari elektone kemudian terdengar bergema, ikut merayakan kesembuhan Suci sebagai anugerah.

Baca juga :  Komisi B Jatim : Hentikan Sistem Rebutan Alokasi Vaksin Kedua, Gunakan Teknologi

“Memang keluarganya punya nazar. Kalau Bu Suci sembuh akan menggelar elektone, itupun tetap ketat menerapkan protokol kesehatan dan hanya sekitar 1,5 jam saja sudah selesai,” jlentreh Parminto.

Dalam sambutannya, Parminto kembali mengingatkan warga untuk tetap disiplin memakai masker, rajin cuci tangan dan selalu menjaga jarak aman. Walaupun Kota Blitar masuk zona kuning, namun jika warga acuh bisa memicu munculnya pasien terinfeksi virus covid-19 yang baru.

BACA JUGA : Kabar Terbaru! 1 Orang Warga Nias Selatan Positif Covid-19, Begini Penjelasan Kadis Kesehatan Nisel

“Saat ini yang terpenting, ketika keluar rumah harus pakai masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak aman. Ini satu-satunya cara yang bisa kita semua lakukan. Karena disiplin merupakan vaksin,” pungkasnya.

Dameria Suci Wijayanti mengucapkan terima kasih orang yang empati dan memberi suport, terutama keluarga, saudara-saudaraku, tetangga saya, temen-teman, yang selalu memberi semangat. Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak kepada team gugus kota blitar, Bakesbang Pol., Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Camat Kepanjen Kidul , Polsek Kecamatan Kepanjen Kidul, Koramil Kota Blitar, Lurah Bendo, RW dan RT, Muhammdiyah serta Warga sekitar rumah,”ucapnya.

Suci mohon maaf karena saya semua kena dampaknya, termasuk ketidaknyamanan, akses jalan diutup, ada yang tidak berani keluar rumah. Menghimbau dan mengajak semua warga untuk lebih waspada dan berhati hati, tetap ikut protokol kesehatan, kalau tidak mendesak jangan keluar, tetap pakai masker, cuci tangan dengen air mengalir, jaga jarak karena virus ini tidak kelihatan.(fm)