Kuasa Hukum SH (Korban) Minta Polres Metro Bekasi Kota Segera Usut Tuntas Dugaan Penipuan Pembelian Tanah

0
334
Kuasa Hukum SH (Korban) Minta Polres Metro Bekasi Kota Segera Usut Tuntas Dugaan Penipuan Pembelian Tanah

Bekasi, NAWACITAPOST- Seorang pemuda berinisial SH tertipu membeli tanah melalui Market Place dalam sebuah akun Fecebook atas nama Indara L. Ramadhan.

Dalam akun Fecebook atas nama Indara L. Ramadhan tersebut menawarkan sebidang tanah kosong  serta Surat-surat Akta Jual Beli (AJB), dengan harga permter sebesar Rp. 2.250.000.-(dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah), dengan luas kurang lebih ± 60 M2, yang beralamat di Kavling Graha Mutiara Lokomotif, Desa/Kel. Pejuang Kec. Bekasi Utara, Provinsi Jawa Barat.

SH (Korban) dengan polosnya melihat tanah yang ditawarkan melalui sosial media (Facebook), tertarik membeli tanah tersebut. Sehingga membuat kesepakatan pada tanggal 15 Juni 2019.

Dalam pengakuan SH (Korban) mengaku telah memberikan DP sebesar Rp. 5.000.000. kepada Saprudin, yang mengaku sebagai pemilik tanah.Setelah tiga hari tepat pada tanggal 18 Juni 2020, SH kembali menyerahkan uang sebesar Rp. 100 Juta rupiah kepada Saprudin (Ngaku jual tanah).

Baca Juga : Alfedri Serahkan 382 Sertifikat Tanah Program PTSL di Kecamatan Kandis

Sehingga SH mengalami kerugian dengan total sebesar Rp. 105 juta rupiah, atas penipuan yang diduga dilakukan oleh Sdr. Saprudin.

Atas dugaan penipuan tersebut, SH melaporkan ke Polres Metro Kota Bekasi, pada tanggal 3  Juli 2020 dengan Laporan Polisi No. 1501/K/VII/2020/RESTRO BEKASI KOTA, yang didampingi oleh Kuasa Hukum korban SUKADAMAI NDRURU, S.H.

Kuasa hukum SH (Korban) berharap kepada aparat Kepolisian atas laporan yang dibuat oleh kliennya dapat diusut tuntas agar tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain dan menjadi korban Penipuan. Berdasarkan infestigasi kuasa hukum dan keterangan warga setempat, atas pemasaran tanah kavling terdapat kurang lebih 30 orang yang menjadi korban pembelian tanah kavling.

“Kepolisian harus tegas dan profesional untuk mengusut penipun-penipuan online, supaya kedepannya tidak ada korban lagi,”ucap Damai, kamis (9/07/20).