Nias Utara, Nawacitapost.com - Dimasa pandemi covid-19 yang sudah menjadi Kejadian Luar Biasa dan berdampak pada perekonomian diseluruh dunia, maka untuk mengatasi hal itu, di Pemerintahan Indonesian tengah berupaya untuk memperhatikan seluruh lapisan masyarakat, salah satunya dari sisi bantuan kemanusiaan atau bantuan sosial.
Bahkan untuk memastikan ketepatan sasaran, Kapolri menginstruksikan jajarannya untuk mengawal dan menggali informasi masyarakat yang masih belum mendapatkan bantuan sosial seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) dari kemensos ataupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa.
Baca Juga : Kapolres Jombang Melaksanakan Peninjauan dan Peresmian Kantor Tangguh Semeru di BRI Jombang
Kendatipun pemerintah pusat sudah dihimbau agar bantuan sosial tersebut harus benar-benar tepat sasaran, namun masih saja terdapat kelalaian dan ketidak transparannya penyaluran BST maupun BLT setelah sampai ditingkat pemerintah Desa.
Hal ini terungkap setelah salah seorang masyarakat Desa Fulolo salo'o Kecamatan Sitolu'ori Kabupaten Nias Utara, Adrianus Gea saat menyampaikan informasi kepada awak media nawacitapost baru-baru ini, mengatakan dengan jelas bahwa pada pembagian BST maupun BLT di Desa Fulolo salo'o terkesan tidak transparan dan berpotensi mementingkan keluarga atau kerabat para perangkat Desa.
Pada saat pembagian BST, ada saya temukan si suami menerima BST yang dibagi melalui kantor pos, dan istri menerima BST yang dibagi di BANK BRI, dan bahkan orang yang sudah matang kehidupan ekonominya masih saja tidak ada rasa malu menerima bantuan sosial, terang Adrianus.
Ditambahkannya, selain masalah penerimaan BST, di Desa kami juga ada pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT), lagi-lagi pada pembagian tersebut terkesan tidak transparan, sebut Adrianus.
Salah seorang masyarakat Desa Fulolo Salo'o bernama Yanifati Gea belum mendapatkan bantuan apa-apa, baik dari BST maupun BLT, sementara menurut saya, Yanifati Gea ini sudah selayaknya menerima bantuan ketimbang warga yang sudah mapan ekonominya tapi masih menerima bantuan, bahkan kedua-duanya suami istri, terang Adrianus dengan nada kecewa.
Ketika dikonfirmasikan kepada Kepala Desa Fulolo salo'o melalui Sekretaris Desa Arianto Gea via selular. Arianto mengakui bahwa ada warganya yang belum mendapatkan BLT.
"Benar, ada salah seorang warga yang belum mendapatkan BLT, itu disebabkan karna yang bersangkutan belum pisah dalam Kartu Keluarga orang tuanya, baru akhir-akhir ini warga tersebut mengurus Kartu Keluarganya. Jadi masalah ini nanti akan saya sampaikan pada rapat Desa" Jelas Arianto.
Sementara, diketahui sebelumnya bahwa ada juga warga yang belum memiliki Kartu Keluarga, namun warga tersebut menerima bantuan sosial.
Bung zega
Editor: Administrator
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:32 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:26 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 18:58 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 15:47 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 11:15 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 07:51 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:10 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:53 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:51 WIB