Modifikasi Sistem KKN, UNESA Berangkatkan 2.806 Mahasiswanya

0
11

Surabaya NAWACITAPOST – Pandemi bukan penghalang bagi civitas akademika Universitas Negeri Surabaya untuk tetap melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata di tahun 2020. Melalui tema “Unesa Membangun Desa di Masa Pandemi Covid-19”, Unesa memberangkatkan 2.806 mahasiswa untuk melaksanakan KKN di gelombang ketiga pada 29 Juni 2020 melalui Webinar yang dihadiri oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Drs. Abdul Halim Iskandar, M.Pd, Mitra Kunci USAID, Drs. Amrullah, MBA,MM dan Natasha Manuela Halim selaku Miss World Asia 2016.

Guna memotong penyebaran Covid-19, maka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun ini dimodifikasi sedemikian rupa agar tetap sesuai dengan tujuan kegiatan yakni adanya pengabdian masyarakat, utamanya mendukung pembangunan nasional melalui optimasi sumber daya di desa oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya.

Hal ini juga didasari oleh pedoman Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi Republik Indonesia yang menegaskan bahwasanya program KKN sifatnya wajib untuk dilaksanakan. Mendukung program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, akhirnya konsep “Merdeka Belajar”, yang berarti setiap peserta memiliki kebebasan untuk berinovasi, mengeksplorasi setiap potensi untuk dikembangkan menjadi program yang kreatif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Vaksin yang ampuh untuk sementara ini adalah dengan menerapkan rumus 4 M dalam pelaksanaan KKN, selalu Memakai Masker, tetap Menjaga jarak, Rajin Mencuci Tangan dan jangan lupa Membaca doa” pesan Prof. Dr. Nur Hasan,M.Kes, Rektor Universitas Negeri Surabaya yang memberikan sambutan pada acara ini. Tak lupa, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga imunitas dengan tetap Bahagia.

Perancangan KKN tahun ini terbagi menjadi 4 program dalam 4 gelombang yang dilaksanakan sejak 1 April hingga 31 Agustus 2020, yakni Program Kemanusiaan yang meliputi kegiatan untuk mendukung pencegahan virus Covid-19, program kewirausahaan yang mencangkup upaya program pemberdayaan kewirausahaan, Program Proyek di Desa untuk membangun dan memberdayakan masyarakat desa serta Program Mengajar di Desa yang merupakan salah satu titik kekuatan Unesa di bidang pendidikan, melalui program ini diharapkan mahasiswa dapat menemukan inspirasi dalam membantu orang tua dalam melakukan pendidikan anak serta menemukan solusi dalam mengatasi permasalahan learn from home yang dihadapi oleh siswa.

Pada gelombang pertama dan kedua, ribuan mahasiswa juga turut bergabung pada program yang dilaksanakan oleh Unesa Crisis Centre, seperti produksi APD, masker, hand sanitizer serta alat cuci tangan yang didistribusikan pada instansi, masyarakat yang membutuhkan juga tenaga medis yang berjuang melawan Covid-19 di garda terdepan.

Kegiatan KKN yang dilakukan mahasiswa ini juga dapat ditemukan pada kanakl youtube KKN Unesa, terdapat berbagai video edukasi yang dibuat oleh mahasiswa beserta liputan pembuatan program KKN yang mereka kembangkan.

“KKN ini tematik dan bersifat berkelanjutan, jadi mahasiswa gelombang keempat melanjutkan kegiatan teman-teman mahasiswa pada gelombang ketiga” ungkap Prof. Darmi sebagai Ketua LPPM Unesa. Hal ini bertujuan untuk mendukung berkelanjutan kegiatan KKN sehingga program yang telah dirancang dapat dikembangkan lagi oleh gelombang KKN selanjutnya.

Untuk mengurangi perpindahan mahasiswa antar kabupaten maupun provinsi, maka kegiatan KKN tahun ini dilaksanakan sesuai dengan daerah asal mahasiswa. Diharapkan pula dengan kesesuaian tempat KKN dengan daerah asal mahasiswa, akan mempercepat serta mempermudah penyusunan program yang tepat sasaran.

“Dalam KKN ini, apapun title yang melekat pada kalian, tidak boleh lepas dari visi membangun desa dengan semangat gotong royong, baik yang berupa pembangunan ekonomi desa maupun peningkatan edukasi dalam perencanaan program. Intinya program apapun yang dirancang, tidak boleh terlepas dari peningkatan sumber daya manusia dan upaya ketahanan serta pertumbuhan ekonomi yang menjadi hal wajib untuk diupayakan” pesan Drs. Abdul Halim Iskandar,M.Pd yang sekaligus memberangkatkan KKN Daring Unesa di hari ini.

Sejalan dengan pesan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Drs. Amrullah,MBA MM juga memberikan pesan serupa, “Saya berharap pada adek-adek yang akan KKN, maka ada value chain analysis dengan melihat rantai yang ada di masyarakat. Harus tajam dalam melihat dan bagaimana menemukan sisi yang dapat dieksplorasi, atau menemukan sesuatu yang malah sedang berkembang” ungkap mitra kunci USAID ini.

Lebih lanjut, Ia juga menyarankan adanya pembangunan program social business untuk membangun pemberdayaan pada masyarakat “Program ini harus bersifat berkelanjutan, selain dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, juga dapat menumbuhkan jiwa bisnis mahasiswa, misalnya singkong apabila dijual harganya murah, beda apabila dikembangkan menjadi produk lain maka nilai jumlahnya bisa bertambah” ungkapnya.

Terakhir, webinar ini juga diisi oleh Natasha Manuela untuk berbagi tips pengembangan program pembinaan keluarga pemulung di Bantar Gebang yang mengantarkannya menjuarai social project di kompetisi kecantikan internasional.

“Pesan Saya, untuk teman-teman yang akan menyelanggarakan KKN adalah temukan orang yang memiliki pengaruh besar di desa tersebut, lakukan pengenalan dan penjaringan data sebagai bahan untuk pembuatan program” tutupnya. (BNW)