‘Tatanan Kenormalan Baru’, BPJS Kesehatan Surabaya Siap Terapkan Protokol Kesehatan dalam Pelayanannya

0
204

Surabaya NAWACITAPOST – Mendukung upaya Pemerintah dalam penerapan ‘Tatanan Kenormalan Baru’, BPJS Kesehatan Surabaya siap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam setiap pelayanannya. Dalam artian, Pelayanan BPJS Kesehatan sudah kembali normal namun diberlakukan physical distancing atau pembatasan jarak, pengecekan suhu tubuh, keharusan pakai hand sanitizer, dan mewajibkan karyawan juga tamu untuk selalu menggunakan masker.

Hal ini disampaikan Herman Dinata Mihardja, Kepala BPJS Kesehatan Surabaya Cangkruan Virtual Media bersama BPJS Kesehatan Surabaya. Jumat (26/06/20)

“Peserta JKN-KIS yang ingin mendapatkan pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan harus mengikuti protokol kesehatan yang ada, mulai dari penggunaan masker, mencuci tangan sebelum masuk ke dalam ruang pelayanan, serta jaga jarak,” ungkapnya.

Supaya tidak terjadi penumpukan, dalam menjaga Physical Distancing Herman mengimbau kepada peserta untuk pengurusan administrasi JKN-KIS dapat memanfaatkan kemudahan layanan Mobile JKN dan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 tanpa harus keluar rumah.

Herman menjelaskan, selama Pandemi Covid-19 BPJS Kesehatan Surabaya telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 58 milyar untuk 27 rumah sakit di Surabaya.

“Klaim diajukan mulai 28 Pebruari 2020, dan klaim yang paling April hingga Mei 2020. Dia sebutkan pula, pembiayaan paling murah di rumah sakit kisaran Rp 7,5 juta per hari, dan paling mahal Rp 9,5 juta per hari,” paparnya

Sejak Pandemi Covid-19, masih Herman, peserta BPJS Kesehatan angka permintaan turun kelas semakin tajam menjelang berlakunya kenaikan iuran bagi peserta mandiri per 1 Juli 2020. Disebutkan, peserta BPJS Kesehatan Surabaya yang mengajukan penurunan kelas sejak Januari potensinya sekitar 1% dari 2,5 juta total peserta aktif saat ini.

“Rata-rata yang mengajukan peserta individu kelas II, minta turun ke kelas III. Kalo peserta kelas I relatif aman,” ujar Herman kepada peserta teleconference.

Dijelaskan, iuran Rp 150 ribu per bulan untuk peserta kelas I per 1 Juli masih rasional mengingat pentingnya manfaat yang didapat. Namun, pihaknya memahami banyaknya pengajuan penurunan kelas adalah dampak pandemi Covid-19.

“Pada Prinsipnya kami akan melayani seluruh peserta yang mengajukan penurunan kelas,” katanya.

Lanjut Herman, sesuai Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, mulai 1 Juli 2020 iuran BPJS Kesehatan khususnya untuk peserta mandiri kelas I dan kelas II akan mengalami kenaikan. Itu berarti, iuran peserta mandiri kelas I akan naik dari Rp 80.000,-menjadi Rp 150.000,-, kemudian iuran untuk peserta mandiri kelas II naik dari Rp 51.000,- menjadi Rp 100.000,-.

Namun untuk iuran peserta mandiri kelas III yang sebenarnya juga naik dari Rp 25.500,- menjadi Rp 42.000,-, Pemerintah masih memberikan subsidi Rp 16.500,-, sehingga iuran yang dikenakan tetap Rp 25.500,-. (BNW)