Dinilai Tak Becus, DPRD Batam Beri Rapor Merah kepada Pemkot Batam

Batam-Kepri, NAWACITAPOST- Kinerja Pemerintah Kota Batam dinilai tidak pro rakyat kecil atau sengaja membiarkan Indomaret dan Alfamart menjamur hingga ke pelosok-pelosok Batam.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Forum Pengusaha Pribumi Indonesia (FORPPI) Kota Batam bersama Pemko Batam di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Batam mengatakan Pemkot Batam gagal menerapkan prinsip kehati-hatian dan telah banyak membunuh pedagang-pedagang kecil.

Pemkot Batam tak pro rakyat kecil

“Kami dari komisi I berikan rapor merah kepada Pemko Batam karena telah gagal,” kata Utusan Sarumaha, Senin (22/6/2020).

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam harus terlebih dahulu melakukan survei sebelum memberikan rekomendasi izin beroperasi kepada kedua gerai tersebut.

Baca Juga : Peringatan Hari Bhayangkara ke-74, Polsek Tualang dan Polres Siak adakan Bengkel Gratis 

“Itu yang menentukan lokasi berdirinya siapa, harus ada survei layak atau tidak. Tapi yang terjadi sekarang semua lokasi itu tidak layak,” terangnya.

Sarumaha menegaskan, pemerintah daerah harus melakukan evaluasi kembali keberadaan Indomaret dan Alfamart di Batam.

“Apakah kehadiran toko modern tersebut lebih banyak manfaat atau mudharatnya,” ungkapnya.

Menurut Sarumaha, seharusnya Wali Kota Batam harus belajar dari daerah-daerah lain yang tidak memberikan izin berdiri kepada Indomaret dan Alfamart karena ingin melindungi usaha toko milik masyarakatnya seperti, di Kabupaten Bintan, Karimun dan daerah lainnya di Kepri.

“Kepala daerah harus memiliki inovasi dalam melindungi pengusaha UKM. Jangan lagi ada izin-izin baru untuk Indomaret dan Alfamart, kalau seperti ini bukan membangun perekonomian, yang ada malah membunuh ekonomi rakyat kecil,” ujarnya.

Baca Juga : Yasonna Laoly Ucapkan Selamat Atas kenaikan Pangkat Thevi Zebua menjadi Brigjend TNI

Reporter : Foarota Ndruru (Batam-Kepri)

Baca juga :  Bidang Pelayanan Hukum Dampingi Pendaftaran Cipta 16 Karya Seni Motif Tenun Ikat Kota Palu

1 KOMENTAR

Comments are closed.