Machfud Arifin : Persebaya Hebat, Bonek Juga Harus Hebat

5
50

Surabaya NAWACITAPOST – Selain dikenal sebagai kota Pahlawan, Surabaya juga disegani dalam hal Sepak Bola. Bicara sepak bola, di Surabaya tidak akan lepas dari Persebaya beserta Boneknya.

Kemarin, (Sabtu, 20/06/20), Puluhan Bonek datangi Posko Machfud Arifin Calon Walikota Surabaya di Jalan Basuki Rahmat 139 Surabaya. Selain ingin merayakan HUT Persebaya yang ke-93, Bonek juga diajak menambah wawasan dalam upaya peningkatan kualitas dan pemberdayaan SDM dengan berwiraswasta di rumah sendiri sehingga dapat menambah income keluarga khususnya ditengah Pandemi Covid-19.

Pentolan Bonek Siti Rafika Hardiansari yang juga ketua Yayasan dari Bonek untuk Bangsa, mengemukakan kekagumannya terhadap sosok Machfud Arifin sejak menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur. Fika menilai Machfud Arifin adalah sosok yang briliant dan memikirkan masyarakat kecil.

” Saya tidak mempengaruhi dulur-dulur, tapi melihat kenyataan kalau ada seseorang yang brilian dan terbukti sudah membangun dan bener-bener mengupayakan kemajuan, saya yakin seluruh Bonek akan mendukung,” ujarnya dihadapan puluhan Bonek.

Acara yang bertema “Meningkatkan Kualitas & Pemberdayaan SDM Dengan Usaha di Rumah Guna Menambah Income Keluarga” ini juga menghadirkan narasumber drg. David Andreasmito, Direktur Klinik Jet-Z, dan Heru Arifin ST, Kepala Cabang OWAI/ OTU Chat.

Dalam paparannya, drg. David yang juga Pembina relawan MA berharap para Bonek untuk usaha dan maju bersama. Ia juga mengajak Para Bonek membentuk posko pemenangan MA disetiap RW. Di situ, akan melibatkan Bonek untuk dapat membantu masyarakat terutama dalam mengangkat perekonomian warga.

” Saya tidak mempolitisir Bonek, tapi apa salahnya apabila Bonek juga terlibat dalam peningkatan ekonomi warga apalagi saat ini situasi Pandemi sangat memberatkan warga,” ungkap David.

Hadir di kesempatan yang sama, Machfud Arifin memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Persebaya yang ke -93 mudah-mudah semakin sukses dan berjanji akan menjadikan Bonek semakin berkelas. ” Persebaya Hebat, Bonek juga harus Hebat,” katanya.

Keberadaan Bonek bergaris lurus dengan Persebaya. Bonek yang dulu terkesan dengan image yang tidak baik, kedepan harus bisa berkontribusi baik dalam olahraga maupun dalam peningkatan perekonomian, ujar Machfud Arifin.

” Pelaku usaha yang sudah maju dikomunitas Bonek akan kita ajak untu bisa melatih teman yang lain. Yang penting Bonek harus berkelas, memiliki jiwa intrepreneur, dan mempunyai kemampuan mengelola usaha sehingga dapat ikut berperan dalam bidang usaha perdagangan juga usaha yang lain,” harapnya.

Sebagai Arek Asli Suoboyo, Machfud Arifin menyayangkan disaat gembar-gembor Surabaya menjadi ‘kota Metropolitan yang Smart City’, banyak pasar yang tidak terawat sehingga tidak memberi kenyamanan kepada pembeli maupun para pedagang.

” Jangan hanya fokus ke taman-taman dan pepohonan. pasar yang adalah pusat ekonomi masyarakat kecil juga harus diperhatikan,” tegasnya.

MA mencontohkan, Pasar Tunjungan yang kondisinya menyeramkan bagai pasar hantu. Pasar Turi yang terbengkalai hingga membuat ribuan pedagangnya keleleran tak tak terurus. Dan banyak pasar-pasar kumuh lainnya seperti pasar keputran dll.

“Kedepan, saya siap membangun Surabaya secara keseluruhan, bukan hanya sekedar jalan protokolnya, tapi di gang-gang yang berada ditengah kota juga. Membangun Surabaya harus dengan senyuman bukan marah-marah. Kita akan jadikan Surabaya menjadi benar-benar kota metropolitan nomor dua di Indonesia,” tegasnya

Terkait Pandemi, MA mengingatkan Pemerintah untuk ‘tepat data’ dalam memberikan bantuan ke masyarakat. ” Pemerintah pusat dan provinsi sudah membantu, Pemkot juga harus membantu. Tapi jangan sampai salah sasaran. Wong sugih dikek i, wong mati dikek i (orang kaya dan orang mati diberi bantuan.red) ini ndak bener. Katanya berbasis IT, kok datanya nggak bener ?, katanya.

Dalam menumbuhkan kembali perekonomian di Surabaya, Machfud Arifin akan ‘menscaning’ permasalahan terlebih dahulu, baru kemudian bersama memikirkan solusinya. ” Kehidupan ekonomi harus tetap jalan, tentunya dengan pola-pola dagang yang mengikuti program New Normal, bisa juga dengan penerapan IT untuk para UKM,” pungkas Machfud Arifin. (BNW)