Sekali lagi, Dewan Minta Pemkot Lebih Perhatikan Ponpes

6
316
Camelia Habiba, Wakil ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Saat menggelar Reses Jaring Aspirasi Masyrakat secara Daring. Rabu (17/06/20)

Surabaya NAWACITAPOST – Wakil ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Camelia Habiba merasa prihatin dengan keberadaan pendidikan agama di Surabaya yang dikenal dengan sebutan kota Pahlawan. Hal itu disampaikannya saat gelaran reses (Jaring Aspirasi Masyrakat) Rabu 17 Juni 2020 kemarin.

Mengapa demikian ? dikarenakan, baik di pondok pesantren maupun pendidikan agama yang bernaung di yayasan belum mendapatkan perhatian khusus dari pihak pemerintah.

Meski tak bertatap muka langsung karena Pembatasan sosial, dalam reses Daringnya Habiba memang sengaja mengangkat tema ‘Eksistensi Pendidikan Agama Ditengah Pandemi’ dengan narasumber Ust. Fauzi Azhari (Pembina Pondok pesantren Nurul Huda Surabaya), H. Satuham Akbar (Ketua FKDT Jatim) dan Ely Rosyidah (Penyuluh Fungsional Kemenag Kota Surabaya).

Dalam hal ini, Politisi PKB yang sudah menjabat 3 periode di DPRD Kota Surabaya ini mendorong pemerintah kota untuk segera menerbitkan peraturan daerah dalam upaya memayungi eksistensi pendidikan agama di pondok pesantren dan yayasan yang ada di Surabaya.

“Kami akan terus berjuang, agar di akhir tahun ini perda pesantren bisa kita kedok, sehingga di tahun depan 2021 bisa digunakan sebagai acuan, supaya marwah lembaga pendidikan agama di Surabaya lebih diperhatikan,” tegasnya.

Masih Habiba, perda pesantren tersebut merupakan sidang kelanjutan dari UU Pesantren yang disahkan di tahun 2019 yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sedangkan isi dari perda tersebut untuk memberikan akses pendidikan kepada lembaga pendidikan agama dinaungan pesantren maupun yayasan.

Habiba menegaskan, yang berjuang lahirnya undang-undang pondok pesantren adalah embrionya dari fraksi partai PKB di DPR RI. ” Memang kita ada perintah dari pusat untuk mengawal ini sampai ke daerah,” jelas Camelia Habiba.

Dalam kesempatan yang sama, pembina Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya, Ust. Fauzi Azhari menyambut baik wacana rancangan penerbitan peraturan daerah tentang pesantren. Ust. Fauzi mengatakan Perda Pesantren tersebut dapat mempermudah proses belajar mengajar lembaga pendidikan agama di daerah.

Menurutnya, Perda ini juga dapat membantu mencukupi segala kebutuhan pesantren dalam mendidik karakter dan akhlaqul karimah generasi penerus bangsa.

Untuk itu Ust. Fauzi berharap, Perda madrasah diniyah agar segera dibahas dan dikaji, sehingga ada payung hukum untuk penyaluran bantuan-bantuan yang ada, baik dari sarana prasarana, kesejahteraan guru, BOS Madin, dll.

” Bantuan inilah yang akan menjadi kerja sama antara kami yang ada di tengah masyarakat dengan pihak pemerintah,” ungkapnya. (BNW)

Comments are closed.