Empat Dewan Komisi A Ikuti Rapid Test di Gedung Juang’45

5
231
Foto : Camelia Habiba dan Budi Leksono saat melakukan Rapid Test bersama warga di Gedung Juang'45. Kamis (11/6/20)

Surabaya NAWACITAPOST – Badan Intelejen Negara (BIN) bersama Pemkot Surabaya terus bergerak memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Kota Pahlawan dengan terus menggelar uji cepat (rapid test) dan uji usap (swab) berbasis PCR secara masal dan gratis.

Menariknya, dari 1000 orang yang melakukan test di Gedung Juang’45 Jl. Mayjen Sungkono, nampak empat anggota Komisi A DPRD Surabaya turut dalam giat tersebut diantaranya Camelia Habiba (Wakil ketua), Budi Leksono (Sekretaris), Ghofar Ismail dan Bachtiar Rifai (Anggota).

” Kami datang jam 14.00 dan melihat antusias warga yang ikut begitu luar biasa,” ujar Habiba kepada Nawacitapost, Kamis (11/6/2020).

Seringnya dilakukan giat seperti ini menurutnya akan menekan angka penularan Covid sehingga Surabaya yang saat ini di Zona merah pekat dapat menjadi hijau yang menyejukkan.

Terkait hal ini, Habiba juga memberi catatan untuk Pemkot Surabaya agar juga memperhatikan Pondok-pondok Pesantren khususnya penerapan protokol kesehatan bagi para Santri yang akan masuk dan memulai aktifitasnya.

” Saya berharap ada kebijakan dan perhatian khusus untuk ratusan Ponpes yang ada di Surabaya. Karena tidak semua Santrinya berasal dari Surabaya. Jangan sampai dengan tidak diterapkannya protokol kesehatan akan memunculkan Cluster Covid baru di Pesantren,” tegas Camelia Habiba politisi PKB.

Senada dengan rekannya di Komisi A, Budi Leksono mengungkapkan apresiasinya terhadap masifnya rapid test yang dilakukan BIN bersama Pemkot Surabaya.

Dirinya sependapat bahwa kunci penanganan Covid-19 adalah tes masif, tracing dengan cepat, dan treatment yang tepat,” ujarnya.

Abah Budi (panggilan Budi Leksono) juga mengapresiasi manajemen pelaksanaan rapid test yang sudah mengatur sedemikian rupa sehingga antrean masyarakat berlangsung tertib, menjaga jarak, tidak ada kerumunan dan yang lebih penting taat terhadap protokol kesehatan yang berlaku di lokasi, pungkas Dewan PDIP ini. (BNW)

Comments are closed.