Proyek ADHI KARYA Tak Berijin, DPRD Minta Pembangunan UINSA Dihentikan

5
255
Situasi Hearing Komisi A DPRD Kota Surabaya bersama Pemkot Surabaya, UINSA, dan Warga Gunung Anyar. Senin (8/6/20)

Surabaya NAWACITAPOST – Belum berijin, Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni meminta proyek pembangunan Kampus UINSA di Gunung Anyar oleh PT. Adhi Karya dihentikan dari segala aktifitas pembangunannya sampai UINSA mendapat ijin pembangunannya dari Pemerintah kota. Karena menurut PT. Adhi Karya, untuk perijinan adalah kewajiban pihak UINSA.

Tak hanya itu, terkait dengan persoalan dengan warga sekitar menurut Thoni, dalam pertemuan tadi sudah ada frame yang sama untuk berbicara satu sama lain. ” Mudah-mudahan segera terealisasi dalam waktu dekat,” ujarnya saat hearing bersama warga Gunung Anyar dan pelaksana proyek UINSA. Senin (8/6/20).

Berkaitan dengan kerugian masyarakat Surabaya secara umum karena jebolnya pipa PDAM, Thoni menjelaskan menurut pihak Adhi Karya sedang melakukan negosiasi dengan PDAM yang difasilitasi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang.

Sejak awal, Thoni tidak iklas jika uang membayar pajak dan restribusi Surabaya dipakai untuk melakukan perbaikan PDAM yang diduga jebol karena kelalaian PT. Adi Karya.

” Sudah ada pembicaraan, mudah-mudah dalam waktu dekat sudah terealisasi. Tapi garisnya tidak boleh ada uang satu rupiahpun dari kas PDAM maupun APBD yang digunakan sebagai penanggulangan dampak kebocoran pipa PDAM itu tidak diganti oleh PT. Adhi Karya. Karena mereka memulai aktifitas pembangunan sebelum ijin mendirikan bangunan didapatkan. Saya pikir itu jalan tengah yang bisa dijelaskan ke Masyarakat sehingga tidak ada pretensi yang negatif terhadap PT. Adhi Karya,” kata Ketua Fraksi Golkar tersebut.

Thoni kembali menjelaskan bahwa Komisi A akan menindaklanjuti dalam rapat berikutnya hari Rabu (10/6) dengan mengundang pihak Kampus UINSA biar segera terang benderang sehingga apa yang diharapkan oleh warga terdampak maupun yang secara umum bisa terpuaskan.

” Ini baru Hearing pertama, karena yang kemarin Adhi Karya tidak hadir. Baik dari warga, Pemkot dan Adhi Karya sudah menjelaskan pandangannya masing-masing. Saya pikir bila ditarik benang merah, insya Allah akan jika ada kemauan dalam waktu dekat persoalan-persoalan yang muncul ke permukaan ini akan menjadi agak sedikit mudah,” jelasnya.

Yang paling penting menurut Thoni, sebagai BUMN PT. Adhi Karya harus memberi tauladan kepada warga sekitar.

Masih Thoni,” Kalaupun permintaan warga itu begini, kemampuannya berapa, saya pikir kalau duduk bareng akan bisa selesai. Karena bagaimanapun juga warga Gunung Anyarlah yang paling terdampak dari aktifitas pembangunan itu. Tidak mungkin pembangunan itu tidak menimbulkan beising dan dampak debu.”

” Mudah-mudahan pasca hearing ini PT.Adhi Karya berjiwa besar mengundang tokoh-tokoh masyarakat Gunung Anyar untuk duduk bareng dan menjelaskan tentang aktifitas pembangunan tersebut. Kami hanya memfasilitasi,” pungkasnya. (BNW)

Comments are closed.