Kamis, 4 Juni 2026

Diduga Bupati Nias Barat Faduhusi Daely Terima Uang Fee dari Rekanan

Photo Author
Administrator, Nawacita Post
- Selasa, 9 Juni 2020 | 08:25 WIB
Nias Barat, Nawacitapost.com - Klip video berdurasi 2,52 menit yang diunggah di youtube, sempat menjadi viral di kalangan media sosial. Dalam video tersebut terlihat seseorang yang mirip Kepala Daerah Kabupaten Nias Barat Faduhusi Daely menerima uang nominal seratus ribu yang diserahkan oleh seseorang berinisial ND. Setelah diketahui, ND adalah seorang pemborong /rekanan.

Praktek penyuapan atau gratifikasi yang terjadi diruang kerja Bupati Nias Barat pada tahun 2016, dalam isi percakapan yang dikutip awak media nawacitapost dalam klip video yang beredar, ND mengatakan kepada Bupati Nias Barat Faduhusi Daely bahwa "Tentang kemarin yang 150 sedang berjalan, jadi yang setengahnya sudah saya serahkan di PU 5% dan 5% saya serahkan sama Bapak " sembari menyerahkan segepok uang nominal seratus ribu kepada Faduhusi. artinya, dapat diduga bahwa ND memberikan sesuatu kepada Bupati dan dinas PU Nias Barat atas kegiatan berupa proyek yang ia kerjakan.

Usai menyerahkan segepok uang, ND kembali mengajukan permintaan kepada Bupati untuk kembali diperhatikan pada tahun depan atau tahun 2017, didalam percakapan pada klip video, Bupati juga menjanjikan untuk mengabulkan permintaan ND.

Ternyata, tidak hanya itu saja permintaan ND, ND juga meminta kepada Bupati agar YN bisa menggantikan posisi EN di bagian verifikasi keuangan di dinas PU, dan lagi-lagi sang Bupati mengabulkan permintaan ND.

Setelah ditelusuri awak media nawacitapost, ND selain pemborong, ia juga sebagai ketua DPC di Partai PKB Kabupaten Nias Barat.

Ketika dikonfirmasi kepada ND yang diduga selaku sumber video, pada Kamis (4/6/20) via selular ND mengatakan : jadi begini pak mohon ma'af sebelumnya, kalau mau tau lebih lanjut lebih dalam, mohon langsung ketemu, saya tidak bisa menjelaskan melalui handphone pak, mohon ND. Dilanjutkan, kapan ada waktu boleh dijumpai saya dirumah atau dikantor saya di Nias Barat, karena saya tidak bisa menjawab secara mendetail via handphone, jadi bukan saya menglang-halangi gebrakan media atau tidak memberitahukan kebenaran yang sesungguhnya, saya tidak mau ada kesalahan dalam hal menjawab ini nanti, lebih bagus jumpai saya dikantor saya di Kecamatan Lahomi Kabupaten Nias Barat, tutur ND.

Baca Juga : Satbrimob Polda Lampung Gelar Bhakti Sosial Peduli Covid-19 Dalam Menyongsong New Normal

Via selular pada Kamis (4/6/20), Ketua DPRD Kabupaten Nias Barat Evolut Zebua, ketika diminta tanggapan terkait video yang diunggah di youtobe yang melibatkan orang nomor satu di Nias Barat, Evolut mengatakan: Yah, apa yang mau kita tanggapi, mereka itu sudah saling lapor melapor, kalau tidak salah di Polda Sumut Medan, jadi mungkin karena tidak memenuhi unsur sebagai grafitasi atau suap, sehingga sampai sekarang tidak ada wujudnya, jelas Evolut.

Dilanjutkan, kita juga tidak tau siapa yang melapor, kalau tidak salah ada juga pernah LSM dari Gunungsitoli yang melaporkan masalah ini tapi sepertinya tidak ada tindak lanjutnya, dan sepanjang belum ada orang yang melapor, pasti juga belum ada diproses, jadi kita berharap sebenarnya jangan ada suap menyuap seperti itulah, apalagi menjanjikan jabatan, persoalannya sekarang pasti jadi delik aduan, jelas Evolut.

Ditambahkannya, kita berharap kalau memang ada unsur suap menyuap karena jabatan, mestinya harus ada penegakkan hukumnya, dan jika ada suap menyuap untuk menjanjikan sesuatu kita berharap kepada aparat penegak hukum untuk bisa mengambil langkah, karna kalau ada unsur menerima suap atau gratifikasi sekecil apapun harus ada proses hukumnya, tegas Evolut.



Sebelumnya, ketika awak media nawacitapost meminta tanggapan Wakil Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu, ia mengatakan bahwa masalah ini saya tau dari YouTube.
Masalah ini saya taunya dari youtobe, jadi maaf saya tidak bisa kasih komentar disitu, apalagi ini tahun politik jangan ada opini orang nanti, maka no coment saya disitu, itu sudah lama, tapi tidak ada tindaklanjut, jawab Khenoki singkat.

Mendengar tanggapan Khenoki kepada awak media saat dikonfirmasi ulang kepada ND.
ND langsung menanggapi, kepada awak media via selular mengatakan : "begini pak karena sudah konfirmasi dengan wakil Bupati, mungkin beliau tau lebih jelas, jadi saya mohon untuk ditanyakan kepada beliau, karena itu gak bisa saya ceritakan via handphone, kalau memang sudah dikonfirmasi kepada wakil Bupati mungkin beliau tahu lebih dalam, karena mereka antara Bupati dengan Wakil Bupati tidak ada jarak, jadi untuk lebih jelasnya wakil Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu yang lebih tau jelas permasalahan itu dan itu harus dikejar" tutup ND.

Kembali awak media konfirmasi dengan Khenoki via selular, Kamis (4/6/20) atas pernyataan ND kepada awak media,

Khenoki mengatakan "Saya tidak terima pernyataan Na'aso (ND _red) tersebut yang mengatakan saya yang lebih tau permasalahan ini, sedangkan masalah ini saya tau dari Youtobe dan medsos, itu "Manusia Konyol" dia yang merekam Bupati kok saya pula yang tahu dan yang dilibatkan, apa tujuan dan maksud Na'aso ini terhadap saya ?, tanya Khenoki berang.

Baca Juga : Personil Humas Polres Madina Bripka Yogi Yanto, Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Bertani dan Beternak Lele serta Ayam

Dilanjutkan, jujur saya tidak tahu sama sekali masalah ini, namun kenapa saya dilibatkan oleh Na'aso, tolong dikasitau dengan dia, jangan membuat opini yang tidak benar, saya tidak terima atas pernyataan Na'aso tersebut yang melibatkan saya dalam permasalahan ini, dia yang membuat ulah dan yang menjebak Bupati untuk direkam, kok saya yang lebih tahu, apa tujuan Na'aso ini ?, saya heran Na'aso ini apakah waras atau tidak ya...?,  saya harap kepada Na'aso agar jangan membuat opini yang tidak benar supaya tidak terjadi keributan di Nias Barat oleh karena pernyataan manusia konyol ini.

Masih Khenoki, ini sudah tidak benar lagi pernyataannya, saya tersinggung dan tidak terima dengan pernyataan itu, dan jangan melibatkan orang lain dengan ulahnya, kita minta Na'aso harus bertanggung jawab atas ulahnya ini, dengan apa kapasitasnya dia mempunyai izin untuk merekam orang, apakah dia wartawan ?, dia harus bertanggung jawab atas perbuatanya, tutup Khenoki.

Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Futin Helena Laoli, SH, MH ketika dikonfirmasi awak media nawacitapost via selular, Kamis (4/6/20), apakah kasus vidio ini ada dilaporkan ke Kejari Gunungsitoli ?
Futin mengatakan bahwa semasa ia memimpin Kejari Gunungsitoli belum ada laporan tersebut.

Semasa saya menjabat sebagai Kajari Gunungsitoli, kayaknya tidak ada masuk tapi saya tidak tau sebelumnya, nanti saya akan cek dulu ya melalui Kasi Intel, kebetulan saat ini Kasi Intel belum kembali, kemungkinan ke Kasi Intel itu, nanti saya jawab sementara ini saja videonya belum saya lihat penuh, terang Futin.

Baca Juga : Diadukan di KASN, ini Klarifikasi KZ

Masih Futin, kasus ini tidak bisa ditindak lanjut kalau hanya video saja, jadi saya sarankan terkait masalah ini ada baiknya dibuat aja laporan baru secara tertulis, agar bisa saya posisikan, tutur Futin.

Hingga berita ini dilansir, Bupati Nias Barat Faduhusi Daely belum memberikan jawaban ketika awak media konfirmasi via selular dan juga pesan via WhatsApp tidak dibalas.
Awak media nawacitapost selalu berupaya mendapat informasi lebih lanjut secara aktual dan terpercaya.

Bung Zega

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini