Kantor Pusat Gadai Indonesia Lelang Barang Nasabah tanpa Konfirmasi

2
1191
Bekasi, NAWACITA – Salah satu Pusat Gadai Indonesia yang berkedudukan di Bekasi, terbukti melelang barang nasabah tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi. Hal ini disampaikan oleh EH yang merasa dirugikan secara sepihak oleh Pusat Gadai Indonesia. (8/6/2020).
Kantor Pusat Gadai Indonesia di Jati Bening, Bekasi

Bekasi, NAWACITA – Salah satu Pusat Gadai Indonesia yang berkedudukan di Bekasi, terbukti melelang barang nasabah tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi. Hal ini disampaikan oleh EH yang merasa dirugikan secara sepihak oleh Pusat Gadai Indonesia. (8/6/2020).

EH yang merasa sebagai korban, menceritakan kepada nawacitapost, bahwa pada 26/3/2020 yang lalu, terjadi transaksi dengan Pusat Gadai Indonesia yang mencairkan dana pinjaman sebesar Rp. 750.000 dengan jaminan sebuah HP bermerek OPPO yang harganya sekitar Rp. 2.800.000,-. Jangka waktu pengembalian pinjaman yang disepakati adalah selama sebulan (26/4/2020).

Menurut EH, pengembalian dana yang jumlahnya sekitar 750 ribu tersebut, tertunda karena lupa dan sedang berada di luar kota Bekasi karena pandemik global C19. Setelah pulang dari luar Kota sekitar akhir Mei 2020, EH mendatangi Kantor Pusat Gadai Indonesia untuk memastikan keberadaan barangnya dan membayarkan pinjaman tersebut.

Tetapi yang terjadi adalah staf kantor Pusat Gadai Indonesia mengatakan bahwa barang jaminan berupa HP sudah masuk di kantor pusat dan sudah dilelang. EH merasa tidak terima bahwa barang jaminannya sudah dilelang tanpa pemberitahuan sebelumnya, baik melalui SMS maupun telpon.

“Saya sudah mendatangi Kantor Pusat Gadai Indonesia pada akhir Mei dan untuk kedua kalinya hari ini (8/6/2020). Respon yang sama diawal didatangi tetap sama, yakni bahwa barang jaminan sudah ada di kantor Pusat”, kata EH. EH melanjutkan bahwa dia bersedia membayar pinjaman yang ada berikut dengan denda yang harus dibayarkan jika memang ada, sebutnya.

Baca Juga: Terkait Korona, Achmad Yurianto : Hari ini 412.980 Spesimen Diperiksa

Akhirnya, EH meminta nomor hotline Kantor Pusat yang disebut oleh staf untuk mengkonfirmasi kebenaran mengenai posisi barang jaminan tersebut. Tetapi yang ada adalah staf tidak bisa menunjukkan alamat kantor pusat yang dimaksud dan hanya memberikan nomor pribadi biasa dan bukan nomor kantor yang memiliki kode area.

“Oklah, saya tidak sepenuhnya memberi alasan keterlambatan karena program pemerintah akan PSBB, tetapi setidaknya bahwa pada saat jatuh tempo (26/4/2020) ditambah dengan masa tenggang 15 hari sesudahnya (sekitar tanggal 11/5/2020) ada pemberitahuan resmi melalui SMS atau Telpon. Tidak mesti bertindak sepihak dan pada akhirnya merugikan nasabah” sebut EH.

Mengingat SOP yang berlaku untuk setiap Lembaga Keuangan Resmi di Indonesia yang selalu melakukan pemberitahuan resmi terhadap setiap nasabah untuk setiap transaksi yang ada, EH pada akhirnya mempertanyakan Legalitas dan profesionalitas kantor Pusat Gadai yang dimaksud. Pada 8/6/2020 pukul 14.00 WIB, EH berusaha mengkonfirmasi pihak OJK, dan jawaban yang didapat adalah bahwa Pusat Gadai Indonesia belum terdaftar.

Akhirnya, EH merasa dirugikan dan berencana melakukan upaya hukum yang ada karena tindakan sewenang-wenang pihak Kantor Pusat Gadai Indonesia. (adm)

Comments are closed.