Kamis, 4 Juni 2026

Seorang Perawat diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar : Pelakunya Harus Diusut

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Selasa, 2 Juni 2020 | 09:35 WIB
NAWACITAPOST- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif terhadap tenaga medis yang menangani Covid-19.

Hal ini menyusul adanya laporan terkait seorang perawat di Puskesmas Kedawung Kabupaten Sragen yang mendapat ancaman serta intimidasi melalui pesan WhatsApp usai melakukan pemeriksaan terhadap pasien Covid-19.

"Jangan lagi pernah ada model-model seperti ini. Ketika semua sudah dilakukan sesuai prosedur tolong jangan ada yang aneh-aneh. Kita lagi dalam kondisi sulit. Maka saya dukung petugas keamanan untuk bisa menyelesaikan ini. Diperiksa saja," kata Ganjar di Semarang, Minggu (31/5/2020).

Baca Juga : KPK Tangkap Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi dan Menantunya

Selepas kejadian itu, dikabarkan perawat tersebut mengalami traumatis dan merasa ketakutan lantaran mendapatkan ancaman.

Ganjar pun berencana menghubungi perawat tersebut untuk mengetahui ihwal kondisi dan penyebab terjadinya peristiwa tersebut secara mendalam.

"Sebenarnya kalau saya bisa tahu orangnya (Korban), saya pengen telepon dia. Saya ingin dengar sendiri siapa yang mengancam, apa persoalannya sehingga kita bisa klarifikasi apa yang terjadi. Kalau dia merasa terancam kita perlu bawa shelter agar dia aman," jelasnya.

Ganjar meminta agar korban melaporkan kepada aparat kepolisian tentang apa yang terjadi, sehingga cepat bisa diselesaikan.

"Saya minta korban melaporkan apa yang terjadi agar cepat selesai sehingga tidak ada lagi stigma-stigma negatif yang nanti membuat hati orang terluka," terangnya.

Dari informasi yang dihimpun, ancaman yang didapat oleh seorang perawat di Puskesmas Kedawung Sragen terjadi pada Jumat (29/5/2020) pagi melalui pesan Whats App.

Peristiwa itu terjadi usai perawat melakukan pemeriksaan terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Alhasil, pasien merasa dikucilkan oleh warga di lingkungan rumahnya usai menjalani pemeriksaan.

 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini