DANLANAL BATUPORON BERSAMA FORKOPIMDA BANGKALAN LAUNCHING KAMPUNG TANGGUH BANGKALAN

0
66
DANLANAL BATUPORON BERSAMA FORKOPIMDA BANGKALAN LAUNCHING KAMPUNG TANGGUH BANGKALAN

Bangkalan NAWACITAPOST – Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Batuporon, Lantamal V Koarmada II, Letkol Laut (P) Dodi Hermanto M. Tr. Hanla., bersama Bupati Bangkalan dan pimpinan Forkopimda Bangkalan melaunching Kampung Tangguh Bencana di Kampung Tangguh Perum Griya Abadi Desa Bilaporah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan dan Kampung Tangguh Karang Pao Desa Karang Pao Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan, Rabu (27/5).

“Saya bersama Wabup Bangkalan Drs. H. Muhni, M.M., Komandan Lanal Batuporon, Kapolres Bangkalan, Dandim 0829/Bangkalan dan sejumlah OPD datang ke Perum Griya Abadi Desa Bilaporah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan dan Kampung Tangguh Karang Pao Desa Karang Pao Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan untuk mengadakan launching kampung tangguh bencana, Alhamdulillah semua bagus dan sangat baik, ini sesuai arahan dari Gubernur dan Kapolda bahwa semua desa atau kelurahan di Jawa Timur supaya membentuk kampung tangguh bencana,” kata R. Abdul Latif Amin Imron.

“Dengan adanya kampung tangguh bencana, maka kebersamaan dan gotong royong akan terbangun dengan baik, sehingga segala masalah kita akan bisa teratasi,”

Sementata itu, disisi lain Komandan Lanal Batuporon, mengatakan bahwa, Kampung Tangguh ini merupakan strategi pencegahan covid-19. Kampung Tangguh, yakni, satu kawasan tertentu dalam kelurahan atau desa, maupun lingkungan RT/RW yang memiliki tiga pilar ketangguhan.

Ketiga pilar ketangguhan itu, yaitu tangguh di bidang kesehatan, tangguh di bidang ekonomi, dan tangguh di bidang sosial. Tangguh di bidang kesehatan maksudnya, masyarakat paham dengan penanganan dan pencegahan penyebaran covid-19. “Masyarakat paham soal karantina, paham dengan penanganan orang sakit, dan penanganan orang meninggal baik karena covid-19 maupun tidak,” jelas Dodi.

Sedang tangguh di bidang ekonomi kaitannya dengan ketersediaan pangan. Kampung Tangguh harus memiliki lumbung pangan. Masyarakat yang mampu memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu atau terdampak pandemi covid-19. Bantuan itu dikumpulkan dalam lumbung pangan yang dikelola oleh petugas.

Selanjutnya Dodi berharap agar masyarakat harus tangguh di bidang sosial, tangguh di bidang sosial ini termasuk di dalamnya soal keamanan lingkungan dan gotong royong. Tamu yang keluar masuk lingkungan harus didata dan akitivitas sosial dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

“Sekarang konsentrasi kami mengangkat peran serta masyarakat ikut menyelesaikan persoalan covid-19 di lingkungan. Masyarakat punya ketangguhan ketahanan untuk mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan. Dengan pola seperti ini bisa menekan penyebaran covid-19,” pungkasnya. (BNW)