Restoran Layangkan Surat, Pemkot Madiun Izinkan Buka

0
810
Foto : Walikota (Walkot) Madiun, Drs. H. Maidi SH, MM, M.Pd

Madiun, NAWACITAPOST – Walikota (Walkot) Madiun, Drs. H. Maidi SH, MM, M.Pd angkat bicara. Tidak lain mengenai surat dari restoran yang dilayangkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun. Surat berisikan permohonan untuk beroperasi seperti sedia kala. Dengan segala pertimbangan yang matang, Walkot, H. Maidi memberikan izin buka untuk seluruh asosiasi restoran. Termasuk juga mengizinkan buka kembali para PKL (pedagang kaki lima) menjajakan dagangannya.

BACA JUGA: Lagi – Lagi Anies Berteriak di Panggung Konpers, Juliari Batubara Blusukan

Namun, ada syarat dan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang harus dipenuhi oleh seluruh restoran dan PKL. Mengikuti taat pada instruksi Presiden Joko Widodo, Pemerintah pusat (Pempus), Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Daerah (Pemda). Yakni protokol kesehatan dijalankan. Diantaranya duduk berjarak dua meter. Kemudian isi pelanggan didalam ruangan yang biasanya 40 orang untuk dibatasi. Pembatasan dengan maksimal 15 orang. Kemudian, apabila sudah ada 15 orang didalamnya, harus ditutup. Apabila ada yang mau masuk dan makan bisa menunggu giliran. Tidak diperbolehkan masuk.

Foto : Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Walikota dan Wakil Walikota Madiun

Selanjutnya, mulai dari penjual, pelayan hingga pelanggan harus dicek suhu, cuci tangan dan pakai masker. Ditambahkan, berkenan untuk menggunakan face shield. Karyawan bisa bekerja sesuai standar kesehatan. Apabila menyanggupi, maka Walkot, H. Maidi bersenang hati membuka akses restoran dan PKL. Kalau dagangan dan restoran tutup, alat tidak digunakan, mesti akan rusak semua. Kerugian semakin besar. Sisi lain, masyarakat Madiun akan kesulitan dalam mencari makanan dan minuman. Bahkan, mencari barang untuk pemenuhan kebutuhan hidup diluar pangan. Seperti papan dan sandang.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Dampaknya akan sedikit memperbaiki situasi dan kondisi (sikon) di tengah pandemi Covid 19. Pada khususnya bidang ekonomi yang menyangkut kesejahteraan. Karyawan tidak diPHK semua. Tidak dirumahkan semua. Namun tetap pelan dijaga. Jadi semuanya sehat. Tetapi ekonomi pun perlahan berjalan. Tidak langsung tutup semua layaknya seperti kota mati. Faktanya memang orang – orang perlu ekonomi berjalan. Kuliner pun terus berjalan. Tapi, SOP juga harus dijalankan. Diketati dan setiap hari akan diawasi oleh tim keliling. Diantaranya tim khusus pengawasan, satpol PP, TNI dan Polri. Terus mengingatkan beragam SOP. Boleh makan di tempat juga hanya sampai jam 9 malam. Demikian juga berlaku untuk PKL. Jangan sampai berkerumun. (Ayu Yulia Yang)