Terjerat Kasus Penipuan, Istri Brigadir Polda Lampung Resmi Dilaporkan

5
603
Terjerat Kasus Penipuan, Istri Perwira Polda Lampung Resmi Dilaporkan

Bandar Lampung, NAWACITAPOST-  Akhirnya Dra.Listadora dengan didampingi Kuasa hukumnya Andi Ashdik korban Penimpuan dan Penggelapan Resmi melaporkan Tantri Wulandari terduga pelaku tiada lain Istri seorang perwira polisi yang bertugas di Polda Lampung.

“Kami sudah melakukan Laporan Polisi terhadap Tantri wulansari dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor:STTLP/B-739/V/2020/LPG/SPKT pada tangga 13 Mei 2020 di POLDA LAMPUNG,” kata kuasa hukum Andi Ashdik Adly, saat dihubungi melalui via telepon”.kamis, (14/05)

Menurut Andi, bahwa kami mengunakan hak kami sesuai dalam Pasal 108 Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang mana bahwa Setiap orang yang mengalami, melihat, menyaksikan dan atau menjadi korban peristiwa yang merupakan tindak pidana berhak untuk mengajukan laporan atau pengaduan kepada penyelidik dan atau penyidik baik lisan maupun tertulis.

Baca Juga : Ringankan Beban Warga ,Ketua Karang Taruna Kampung Tualang Timur Bagikan Paket Sembako

Perkara hukum yang menjerat Tantri wulansari terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Dimana Tantri wulansari telah memenuhi unsur untuk dilaporkan.
Sebelumnya perkara ini pernah diberitakan bermula peristiwa yang terjadi pada tahun 2014 silam, bahwa Tantri wulansari menjual rumah yang terletak di Perum Puri Kencana Blok H, No.12, Sukarame, Bandar Lampung. Namun korban Listadora belum menempati rumah tersebut dan menghuni apabila telah melakukan pembayaran down payment (DP) Rp.450.000.000,- (empat ratus lima puluh juta rupiah) kepada Tantri wulansari dan sisanya setelah rumah tersebut dihuni.

“Klien kami dan anak-anaknya merasa tertarik baik bentuk maupun tempat dan bagunan rumah tersebut memadai dengan tawaran tersebut namun setelah melakukan pembayaran down payment (DP) Rp.450.000.000,- (empat ratus lima puluh juta rupiah) klien kami ingin menempati rumah tersebut malah justru Tantri wulansari meminta untuk memenuhi semua total pembayaran,” kata andi

Selain itu, Kali ini korban juga akan melaporkan Redson Rizaluddin dimana sebagai orang tua dari terlapor berdasarkan surat perjanjian Pada tanggal 07 maret 2015 yang diduga kuat turut serta melakukan penipuan.  Namun, kecurigaan klien kami kepada Tantri wulansari ketika ia sudah mendapatkan down payment (DP) Rp.450.000.000,- (empat ratus lima puluh juta rupiah) malah justru tidak memenuhi apa yang disepakati diawal dengan alasan-alasan, Maka dengan adanya kebohongan tersebut. Tantri wulansari membuat Surat Perjanjian akan mengembalikan uang milik klien kami Rp.450.000.000,- (empat ratus lima puluh juta rupiah) pada tanggal 10 januari 2015 hingga sampai saat ini klien kami belum mendapatkan uangnya dan rumah tersebut sudah dijual oleh Tantri wulansari kepada pihak lain, mulai saat itu klien kami kehilangan jejak sampai pada tahun 2020.

“Kami juga melihat adanya dugaan keterlibatan Anggota Polisi Propam POLDA Lampung yang bernama HERU, yang dengan sengaja melindungi, menutup-nutupi, serta menghalang-halangi dalam proses pembayaran, setiap klien kami meminta kepastian, justru menjadi provokasi bahkan terlihat pasang badan untuk minta dipukul dan menakut-nakuti klien dan saksi kami,” kata Andi

Bahkan sampai pada tahun 2020 kami menemui Tantri wulansari ternyata HERU adalah suami Sah Tantri wulansari, saat dimediasi pun HERU berperan aktif mengedepani persoalan ini namun tidak menyelesaikan tanggung jawab Tantri wulansari.

“Seperti pada saat kami minta kepastian kepada Tantri wulansari untuk membuat pernyataan malah justru heru melarang Tantri wulansari untuk menyelesaikan urusan hukum kepada klien kami, artinya ada pelangaran Kode Etik Profesi Polri yang akan kami adukan sesuai dengan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No.14 Tahun 2011 Tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia,”imbuhnya.

Ia menambahkan “Kita juga sudah persiapkan semua, terkait soal saksi ada AD dan US, kemudian bukti ada kwitansi dan bukti transfer cukup dan Surat Pengembalian Uang serta Surat Pembelian Rumah,” Tutup andi

Koresponden : Ashari Hermansyah

Comments are closed.