Pandemi Covid, Fraksi Golkar ‘Sayangkan’ Dispora Surabaya Lanjutkan Pembangunan 4 Lapangan

0
296
Pandemi Covid, Fraksi Golkar 'Sayangkan' Dispora Surabaya Lanjutkan Pembangunan 4 Lapangan
Arif Fathoni, Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya

Surabaya NAWACITAPOST – Di tengah Pandemi Covid seperti saat ini, Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni menyayangkan pembangunan 4 (empat) lapangan penyangga oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Surabaya dengan biaya 28 miliar sudah dilaksanakan.

” Padahal saat ini kita membutuhkan dana yang sangat besar untuk penanganan Covid,” ujar Fathoni di ruang Komisi A DPRD Surabaya. Rabu (13/05/20).

Menurutnya, Pandemi Covid ini adalah sesuatu yang tidak diperkirakan sebelumnya. Dalam hal ini Presiden menganggap ini sebagai bencana non alam maka diterbitkanlah Permendagri no. 20 tahun 2020 yang memberikan keleluasaan fiskal kepada Pemerintah Daerah untuk merefocusing dan merealokasi anggaran guna penanganan Pandemi Covid secara maksimal.

Oleh sebab itu, Fathoni menyarankan agar anggaran-anggaran yang tidak bisa dilaksanakan dalam waktu dekat bisa direfocusing dan direalokasi  untuk kepentingan penanganan Covid dan salah satunya adalah kesiapan Surabaya menjadi tuan rumah piala dunia tahun 2021 nanti.

” Itu kan sesuatu untuk masa yang akan datang. Pandemi ini kan puncaknya diperkirakan bulan Juli, sebaiknya konsentrasi APBD tahun 2020 sebelum PAK ini direalokasikan untuk penanganan Pandemi Covid. Salah satunya adalah anggaran piala dunia,” tegasnya.

Fathoni berharap, Pemkot Surabaya benar-benar konsentrasi untuk merealokasi anggaran piala dunia untuk penanganan Pandemi Covid sehingga wabah ini dapat segera pergi dan warga yang sakit berhak mendapat haknya, baik perawatan maupun social safety net dari Pemerintah kota Surabaya.

Terkait besaran anggaran, Fathoni menjelaskan bahwa untuk pembanguna 4 lapangan penyangga dalam rangka persiapan Piala Dunia 2021 sudah disetujui anggaran sebesar lebih dari 300 miliar rupiah dan pembayarannya melalui termin.

” Pembayaran termin pertama sudah dilakukan, harapannya termin kedua ini bisa dihentikan terlebih dahulu,” pungkas anggota Komisi A DPRD Surabaya ini. (BNW)