Camelia Habiba ‘Kecewa’ Lokasi Isolasi Tak Terapkan Protokol

5
371
Camelia Habiba 'Kecewa' Lokasi Isolasi Tak Terapkan Protokol
Camelia Habiba, Politisi Partai PKB, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Surabaya NAWACITAPOST – Sidak ke lokasi tempat isolasi Covid-19 yaitu ke dua hotel dikawasan Gubeng, Camelia Habiba Wakil ketua komisi A DPRD Surabaya merasa kecewa. Pasalnya Ia menilai banyak protokol yang tidak dijalankan.

Dilokasi, Habiba bertemu dengan sekretaris Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPBD) Surabaya bapak Yusuf bersama dengan Dinas Pariwisata yang diberi bagian untuk booking hotel.

Yang membuat kecewa, disana Habiba tidak melihat tim dari Dinas Kesehatan sebagai Ruh dari penangangan Covid ini.

” Harusnya disana Dinas Kesehatan stand by, ketika ada masyarakat yang dirujuk disana harus ketemu dengan orang dinkes sehingga bisa diarahkan dan SOP (Standar Operasional Prosedur) kesehatannya dijalankan,” ujar Habiba kepada NAWACITAPOST di ruang Komisi A. Rabu (13/5/20)

Disisi lain, Politisi PKB ini melihat ternyata pihak hotel ‘tidak siap’ untuk penanganan masyarakat PDP ini. terbukti tidak ada security yang membuka tutup pintu dan menyemprotkan hand sanitizer ke tangan tamu hotel. Selain itu, hotel tersebut juga masih menerima tamu reguler atau umum.

” Antara tamu umum dan pasien PDP duduk menjadi satu di bagian resepsionis karena tidak ada petugas keamanan (yang mengatur). Yang ada adalah petugas Linmas yang tugasnya megarahkan dan mengantar ke kamar. Itupun di lantai bawah di bagian chek-in, karena memag tidak boleh chek-in di tempat biasanya,” papar Habiba.

Disini Habiba minta Pemerintah kota untuk mengevaluasi warga yang diinapkan di hotel, karena Pemkot hanya mampu membayar biaya hotel tanpa mampu mengevaluasi dan mengobservasinya.

” Kenapa kita tidak pakai asrama haji aja, yang pengawasannya kita bisa kerjasamakan dengan rumah sakit Haji di sebelahnya. Sehingga kalau ada apa-apa, penanganan kesehatannya bisa cepat teratasi,” saran Habiba.

Habiba menambahkan, Pemkot sudah booking 222 kamar di hotel tersebut dengan biaya sewa 200rb/kamar/malam. Dan saat ini ada sekitar 70 pasien yang sudah diinapkan di dua hotel tersebut.

” Kalau 200rb dikalikan 14 hari per kamar sudah berapa rupiah. Kenapa uang kita buang kesana, lebih baik dipergunakan untuk pengadaan sembako yang sudah ditungu-tunggu oleh masyarakat,” pungkas politisi PKB ini. (BNW)

Comments are closed.