Wabah Demam Babi Afrika di Kepulauan Nias, Pemerintah Kabupaten Nias Himbauan Kepada Masyarakat Supaya Tidak Mencemari Lingkungan

18
570

Nias,Nawacitapost.com – Keresahan Masyarakat  atas terjangkitnya ratusan babi yang mati mendadak disebabkan Deman Babi Afrika/African Swine Fever (ASF) di kepulauan nias. Hal ini disampaikan dalam laporan hasil investigasi kematian babi di kepulauan nias  dari balai veteriner medan dengan nomor  B-1164/PK-340/F.4.1/04/2020.

Kepala Balai Veteriner Medan, Agustia mengatakan kematian ternak babi paling dominan disebabkan oleh ASF.

Dari informasi yang didapat bahwa ada banyak bangkai babi yang berserakan di Pantai Tagaule. Bangkai babi yang dibuang masyarakat dari hulu sungai hingga memenuhi lingkungan pantai tagaule Desa Tagaule, Kabupaten Nias, Sumatera Utara menjadi tercemar.

Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, SH.MH yang di dampingi Sekda Kabupaten Nias F.Yanus Larosa, M.AP menghimbau kepada masyarakat agar tidak resah, dan selalu menjaga kebersihan lingkungan ternak babi, dengan cara:

1. Menjaga kebersihan kandang ternak dan lingkungan sekitar ternak babi

2. Bangkai babi  jangan di buang sembarangan tempat secara khususnya jangan di buang di Aliran sungai atau Pantai, tapi wajib di kubur di tempat yg aman sesuai situasi lingkungan.

3. Diharapkan masyarakat untuk melaporkan wabah penyakit babi dimaksud kepada kades setempat, dan pihak kecamatan untuk mengantisipasi lebih lanjut. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Nias, yang saat itu secara langsung memantau pembersihan bangkai babi dilingkungan objek wisata tersebut

Baca Juga :

selanjutnya, Arosokhi Waruwu selaku Wakil Bupati Nias menyampaikan “atas kejadian ini, pemerintah kabupaten nias menyampaikan keprihatinan atas apa yang dialami oleh masyarakat terhadap ternak babinya, sehingga sebagai dukungan dan keprihatinan pemerintah kabupaten nias, saya bersama sekda langsung turun kelapangan untuk melihat dan memberikan himbauan agar masyarkat tidak membuang babi ditempat terbuka seperti saat ini telah berserakan di pantai, bangkai babi jangan dibuang begitu saja tetapi di kubur agar virus ini tidak menyebar ke ternak yang lain” Himbau Arosokhi Waruwu, SH., MH

Reporter: Jurdil (Nawacitapost.com, Kabupaten Nias)

Comments are closed.