Khofifah Menilai Surabaya Lamban dalam Tangani Corona di Sampoerna

0
228
Khofifah Menilai Surabaya Lamban dalam Tangani Corona di Sampoerna
Khofifah Menilai Surabaya Lamban dalam Tangani Corona di Sampoerna

Surabaya NAWACITAPOST – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menduga ada keterlambatan penanganan virus corona di pabrik rokok Sampoerna. Sehingga ratusan pegawai tertular virus. Dua pekerja meninggal dan 100 positif hasil pemeriksaan rapid test.

“Tentunya, pabrik rokok Sampoerna menjadi klaster baru di Kota Surabaya dan Jawa Timur,” ungkapnya.

Menurut laporan yang ada, manajemen Sampoerna sudah melaporkan adanya dua karyawan positif COVID-19 ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya pada 14 April 2020. Namun, Dinkes Surabaya tak segera melapor kasus itu ke Tim Gugus Tugas COVID-19 Jawa Timur, kata bu Gubernur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (1/5).

” Terlambat responnya. Tanggal 14 April sudah melaporkan ke Dinkes Surabaya, mungkin tidak detail informasinya. Kalau informasinya detail pasti akan melakukan quick respons,” kata Khofifah

Tambahnya, Kecepatan merespons itu menjadi layanan penting untuk memberi layanan terbaik serta ikut menentukan tingkat kesembuhan pasien.

Khofifah mengaku, Pemprov Jatim baru menerima laporan tersebut pada 28 April 2020. Tim Gugus Tugas Jatim langsung turun ke lapangan, sementara pihak perusahaan sudah menutup pabrik serta menghentikan kegiatan produksi sejak 26 April 2020.

“Mungkin di antara kita semua jikalau ada yang mengetahui (orang) tanda-tanda klinis tertentu ikut mengkomunikasikan menyegerakan diri untuk mendapatkan layanan,” ucap Khofifah.

Sementara Ketua Gugus Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, menegaskan bahwa manajemen Sampoerna kooperatif. Setelah mendapat laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak manajemen HM Sampoerna untuk penanganan kasus tersebut.

Kemudian rapid test dilakukan terhadap 323 pekerja. Hasilnya, ada 100 pekerja reaktif alias positif. Lalu 46 orang dari 100 reaktif itu dilakukan tes swab PCR gelombang pertama. Hasilnya, 34 orang terkonfirmasi positif COVID-19 Jumat (1/5) ini.

Total sementara 36 karyawan di pabrik rokok Sampoerna terkonfirmasi positif. Namun dua di antaranya telah meninggal dunia. Selain itu, ada 163 pekerja yang telah dites swab PCR. Namun, belum keluar hasilnya. (BNW)