Pasca Covid-19, BI Jatim Optimistis Perekonomian Jatim Mampu Pulih

0
176
Jelang Lebaran, BI Jatim Pastikan Ketersediaan Uang Rupiah 'AMAN'
Difi Ahmad Johansyah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur

Surabaya NAWACITAPOST – Bank Indonesia (BI) Jatim optimistis perekonomian Jawa Timur mampu pulih pasca wabah Covid-19. Hal ini sejalan dengan respon penanganan Covid-19 dari berbagai pihak, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat.

Kondisi ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2020 diprakirakan akan mengalami kontraksi akibat adanya Covid-19 dan diperkirakan akan kembali tumbuh tinggi pada tahun 2021 (V-shape Recovery). Hasil positif sejumlah bauran kebijakan yang ditempuh banyak negara di 2020 dalam menghadapi pandemi Covid-19 termasuk Indonesia.

“Untuk itu BI Jatim mendorong pula optimisme perekonomian Jawa Timur yang akan recovery yang lebih cepat, sejalan dengan respon penanganan Covid-19 dari berbagai pihak, baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta dukungan masyarakat secara umum,” ujar Kepala Perwakilan (KPw BI) Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah saat teleconference bersama media, Selasa (28/04/2020).

Menurut Difi, apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah meresmikan Lumbung Pangan Jatim sebagai bentuk upaya untuk memastikan tersedianya pasokan pangan strategis dengan harga yang stabil.

“Melalui layanan yang sesuai protokol Covid-19, serta dapat diakses secara online, Lumbung Pangan Jatim mampu mendukung pemenuhan kebutuhan pangan strategis masyarakat Jawa Timur,” harapnya.

BI Provinsi Jawa Timur juga terus berupaya untuk mendorong sektor rill (UMKM dan Pesantren) melalui peningkatan kapasitas secara digital. Beberapa pelatihan terus dilakukan secara digital agar UMKM mampu bertahan selama pandemi Covid-19.

“Melalui pelatihan tersebut mencakup kemampuan adaptasi produksi (shifting) usaha, hingga digital marketing untuk memperluas jangkauan penjualan produk UMKM,” tuturnya.

BI Provinsi Jawa Timur juga akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan otoritas terkait dalam menempuh langkah-langkah kolektif untuk melakukan pemantauan. “Asesmen dan mitigasi implikasi penyebaran COVID-19 terhadap stabilitas ekonomi di Jawa Timur,” imbuhnya.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Harmanta menambahkan, Optimisme tersebut didukung dengan hasil asesmen IMF yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2020.

“Diprakirakan akan mengalami kontraksi sebesar -3% (yoy), namun diperkirakan akan kembali tumbuh tinggi sebesar 5,8% di tahun 202,” ujar Harmanta.

Dujelaskan Harmanta, di sisi lain kondisi inflasi juga relatif stabil dan terjaga dalam rentang target inflasi nasional yakni 3±1%. Sejumlah upaya telah dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah.

“Pada level Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam menjaga stabilitas harga, ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi komoditas pangan strategis di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala BEsar (PSBB) di sejumlah wilayah,” ungkap Harmanta. (BNW)