Medan, Nawacitapost- Pasar murah yang dibuka oleh Pemko Medan di tengah wabah Virus Corona (Covid-19) sangat disesalkan. Ada kesan Pemko Medan mencari keuntungan pada saat rakyat lagi dalam kesusahan. Camat LSM LIRA Medan Denai FR. Nasution sangat menyesalkan kebijakan Pemko Medan yang membuka pasar murah di tengah wabah virus corona yang lagi merebak.
"Apa tidak ada lagi masukan (PAD) yang didapat oleh Pemko Medan, sehingga kini mereka tega juga membuka pasar murah. Kan dari APBD juga modal mereka membuka pasar murah itu, apa tidak sebaiknya janji beras gratis 5 kg itu yang mereka selesaikan. Kalau mau menyari untung jangan pakai modal APBD, pakai uang sendiri lah," ungkap Camat LSM LIRA Medan Denai FR. Nasution di Masjid Al Khasanah, Jalan Pasar Merah Ujung, Senin 27 April 2020.
"Jangan gara-gara pasar murah ini, kemarahan masyarakat memuncak karena beras gratis yang dijanjikan tidak kunjung ada. Ini gila namanya," sambungnya.
Bantuan pribadi dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan ASN Pemprovsu kepada 21 kecamatan, kata FR. Nasution, seharusnya tidak perlu dilakukan. Karena waktunya bersamaan dengan pasar murah yang dibuka Pemko Medan.
Baca Juga : DIBERITAKAN MEDSOS HINGGA VIRAL SATU KELUARGA TIDAK MAKAN BERHARI - HARI, PEMKO MEDAN BERI PENJELASAN
LSM LIRA Medan Denai, lanjut FR. Nasution, akan melakukan investigasi atas bantuan pribadi Gubernur Sumut dan ASN yang diterima 21 kecamatan, khususnya di Kecamatan Medan Denai. Jika terbukti terjadi adanya penyelewengan, hal itu akan mereka laporkan ke penegak hukum.
"Sepenuhnya LIRA mendukung bantuan pribadi Gubsu dan ASN itu ke 21 kecamatan, tapi patut kami duga juga. Jika kami temukan penyimpangan dalam penyaluran bantuan itu, kami tidak akan segan-segan melaporkan itu ke polisi," tegas FR. Nasution.
Diketahui, sebanyak 31 kecamatan menerima bantuan secara pribadi dari Gubernur Sumatera Utara dan ASN dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Adalah 21 kecamatan di Kota Medan, 10 kecamatan di Kabupaten Deliserdang.
"Daftar bantuan itu benar, uang pribadi (zakat, infak, sedekah, parpuluhan) kami," ucap Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Hj. R. Sabrina, melalui pesan WhatsApp, Sabtu 25 April 2020.
Penyerahan bantuan tersebut serentak dilakukan ke 31 kecamatan. "Hari ini diserahkan serentak di 21 kec di kota medan dan 10 kec di kab deli serdang. Paket berupa beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 liter," ucap Sabrina.
Terkait APBD Sumut 2020 sebesar Rp 1,5 triliun yang digunakan untuk mengatasi dampak penyebaran Virus Corona (Covid-19), Sabrina memastikan penggunaanya bertaham dilakukan. "Apbd sumut Rp 1.5 T bertahap (3 tahap), utk kegiatan yg berkenaan dgn Kesehatan, Jaring Pengaman Sosial dan Dampak ekonomi," katanya.
Handru - Medan Sumatera Utara.
Editor: Martin
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:32 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:26 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 18:58 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 15:47 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 11:15 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 07:51 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:10 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:53 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:51 WIB