Catatan Lia Istifhama: 5 Ramadlan 1367 H, Mengingat Keprihatinan Palestina

4
105
Catatan Lia Istifhama: 5 Ramadlan 1367 H, Mengingat Keprihatinan Palestina
Catatan Lia Istifhama: 5 Ramadlan 1367 H, Mengingat Keprihatinan Palestina

Surabaya NAWACITAPOST – “Perhatikanlah enam tanda-tanda hari Kiamat: (1) wafatku, (2) penaklukan Baitul Maqdis, (3) wabah kematian (penyakit yang menyerang hewan sehingga mati mendadak) yang menyerang kalian bagaikan wabah penyakit qu’ash yang menyerang kambing, (4) melimpahnya harta hingga seseorang yang diberikan kepadanya 100 dinar, ia tidak rela menerimanya, (5) timbulnya fitnah yang tidak meninggalkan satu rumah orang Arab pun melainkan pasti memasukinya, dan (6) terjadinya perdamaian antara kalian dengan bani Asfar (bangsa Romawi), namun mereka melanggarnya dan mendatangi kalian dengan 80 kelompok besar pasukan. Setiap kelompok itu terdiri dari 12 ribu orang.” [HR. Al-Bukhari (no. 3176), dari Sahabat ‘Auf bin Malik r.a.

Salah satu tanda di atas, yaitu penaklukan baitul maqdis, adalah berkaitan dengan Palestina. Kisah prihatin di negri tersebut bahkan diabadikan dalam sebuah lagu, Gaza we will not go down oleh Michael Heart.

Tepat pada 5 Ramadlan 1367 H, terjadi Pembantaian di kota Al Lydd Palestina. Saat itu, 11 Juli 1948, komando unit Israel yang dipimpin oleh Moshe Dayan menyerang kota Al Lydd Palestina pada sore hari. Ratusan warga sipil Palestina yang baru saja berbuka puasa tewas dibunuh tentara penjajah.

Kisah perjuangan dan keprihatinan seperti itu seyogyanya kita ingat untuk menjadikan kita sebagai sosok humanis, saling menjaga keamanan dan kedamaian karena bagaimanapun, duka orang muslim, juga duka kita. Setiap muslim adalah bersaudara (Ukhuwwah Islamiyah).

(BNW)

Comments are closed.