Pdt. Febly Walewangko, S.Th, Mendoakan Pengertian Harefa Mantan Warga Binaan Lapas Kelas II B Gunungsitoli Menjadi Warga Negara Yang Sukses

10
293
Doc. Pada Saat Pdt. Febly Walewangko, S.Th melaksanakan Ibadah di Lapas Kelas IIB Gunungsitoli

Gunungsitoli, Nawacitapost.com – Lembaga Pemasyarakatan kembali memberikan Pembebasan bersyarat kepada seorang warga binaan yang telah memenuhi syarat menjalani 2/3 dari masa pidana, pembebasan ini digelarkan usai terlaksana kebaktian rohani. Minggu (19/2020)

Disampaikan oleh Kepala Lapas Gunungsitoli, Soetopo Barutu pada kegiatan kebaktian rohani ini bertujuan untuk menguatkan mental spritual serta meningkatkan imun tubuh bagi warga binaan, mereka berkumpul didalam lapangan lapas sambil berjemur, seperti biasanya selalu menjaga jarak sambil mendengarkan siraman rohani dari Pdt. Febly  Walewangko, S.Th. Tepat waktu hari Minggu, jam 08.00 pagi.

“Bagi warga binaan kegiatan ini berjemur sambil mendengarkan firman Tuhan sangatlah baik, menginggat mereka selama berlangsung pencegahan covid19 oleh pemerintah, praktis sudah tidak ada lagi kegiatan ibadah di dalam gereja bagi yg beragama nasrani demikian juga untuk teman teman yang muslim sudah tidak ada lagi sholat jumat berjamaah yang biasa di pimpin bapak ustadz dari kemenang”. katanya

Sementara itu, kita ketahui bersama warga binaan ini sangat membutuhkan siraman rohani guna menguatkan imam dan semangat hidup menjalani pidana di lapas ini, kalo masyarakat di luar dapat melakukan live streaming ibadahnya nah bagi warga binaan di Lapas jelas tidak punya kesempatan itu karena tidak adanya sarana maupun tempat menyaksikannya, oleh karena itu kami melihat momen berjemur setiap pagi di lapangan olah raga ini kita rangkai dengan mendengarkan siraman rohani bagi warga binaan Nasrani disampaikan oleh bapak/Ibu pendeta, dan ini sangat disambut gembira oleh warga binaan lapas.

“Pemberian Hak Integrasi Pembebasan Bersyarat kepada saudara Pengertian Harefa, dilakukan karena yang warga binaan tersebut telah menjalani 2/3 dari lama pidana 7 tahun sebagaimana di putuskan majelis hakim 5 tahun yang lalu, dan setelah dijalani selama ini dan dikurangi masa tahanan dan remisi, serta menunjukkan sikap positif taat mengikuti program pembinaan yang diberikan, tidak pernah melakukan pelanggaran tata tertib di Lapas, selanjutnya 6 bulan yang lalu kami usulkan untuk memperoleh hak integrasi Pembebasan Bersyarat dan berdasarkan Surat Keputusan Kementrian Hukum dan HAM Nomor PAS-1016. PK. 01.04.06 Tahun 2019 tepatnya tanggal 19 Agustus 2019, saudara Pengertian Harefa, 27 tahun warga Desa Hilimbawodesolo Kec. Gunungsitoli Idanoi Kota Gunungsitoli”. Ungkap Kalapas, Soetopo

Kalapas, dalam pesannya menyampaikan ucapan selamat atas pembebasan nya dan ingat saudara belum bebas sepenuhnya, karena bebas dengan bersyarat artinya saudara wajib patuh akan peraturan yang tadi sudah di sampaikan, jangan lagi lakukan pelanggaran hukum atau mengulangi tindak pidana Narkotika, jadikan pengalaman 5 tahun ini sebagai cambuk untuk meraih kesuksesan dikemudian hari dan terakhir mengingatkan kepada saudara di momen covit19 agar tetap dirumah bersama dengan keluarga dan menjaga perilaku hidup sehat.

 

Selanjutnya, pihaknya sudah mengarahkan bahwa mantan Napi dalam pembebasan intergrasi bersyarat tersebut agar dirinya mengharuskan melaporkan diri setidaknya  sekali sebulan menghadap kepada Pembimbing Kemasyarakatan (PK Bapas) baik secara langsung/atau lewat during (telecomfrences).

Doc. Peringatan Harefa menerima Surat Pembebasan Besyarat yang diserahkan oleh  Ka.Lapas Kelas II B Gunungsitoli Soetopo Barutu sisaksikan oleh Pdt. Febly Walewangko, S.Th dan Karupam I

Tampak dalam gambar diatas kalapas menyerahkan surat pembebasan Bersyarat kepada  Pengertian Harefa dengan disaksikan oleh Pdt. Febly Walewangko, S.Th dan Karupam I, Apolo Mendrofa. Sambil diberikan pengarahan secara internal yang disampaikan seorang hamba Tuhan Pdt. Febly juga didoakan dirinya agar menjadi warga binaan sukses.

Reporter: Jurdil Laoli

Comments are closed.