20 Tenaga Medis Rumah Sakit Kota Pontianak Kalimantan Barat Dari Hasil Rapid Tesnya Reaktif

2
289

Pontianak, Nawacitapost-  Ada 20 tenaga Medis yang bertugas di RS Sult lan Syarif Mohammad Alkadrie Kota Pontianak dari hasil Rapid Tesnya dinyatakan reaktif. Sebagai tindak lanjutnya, saat ini langsung ditangani dengan melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari dirumah masing-masing dengan tetap dibawah pengawasan tim gugus tugas covid-19 Kota Pontianak. Demikian di jelaskan oleh Wali kota Pontianak Ir. Edi Rusdi Kamtono, Sabtu (18/4/20).

” Ya ada 20 orang tenaga Medis hasil Rapid testnya reaktif, semua sudah kami tangani. Mereka sudah melakukan isolasi Mandiri. Mudah-mudahan mereka cepat sehat agar pelayanan di Rumah Sakit Kota Pontianak kembali maksimal.” kata ER.Kamtono.

ER.Kamtono mengatakan, dari hasil Rapid test yang dilakukan tim covid-19 Kota Pontianak total ada 60 warga Kota Pontianak yang ditemukan reaktif. Menyikapi hasil test tersebut, pihaknya langsung melakukan penulusuran sebagai antisipasi agar temuan reaktif tidak semakin bertambah, karena itu Edi menghimbau warga Kota Pontianak untuk tidak keluar rumah jika tidak begitu penting, soalnya orang yang reaktif tidak ada gejala fisik sehingga kita tidak bisa membedakan mana orang yang reaktif dan mana yang tidak.

Baca Juga : Tim Dokter Covid-19 RSUD Kota Padangsidimpuan Paparkan Hasil Rapid Test

“Kekurangan 20 tenaga Medis, sudah barang tentu akan berdampak kepada Pelayanan Medis di RS Kota Pontianak, sebagai upaya, pihaknya juga membuka lowongan bagi tenaga Medis untuk bersama membantu penangan pandemi covid-19,” ungkap Kamtono.

Pada kesempat ini, ia menghimbau masyarakat Kota Pontianak untuk tidak membuat stigma negatif bagi pasien yang terpapar Corona. Tindakan tersebut justru membuat pasien yang positif tidak berani memberitahu kepada petugas medis bahwa ia memiliki gejala Corona.

“Jangan sampai seperti kejadian di Semarang Jateng, karena takut pasien tidak berani jujur kepada petugas bahwa ia terpapar covid-19. Alhasil ya, tenaga medis pun tertular.” Hal ini tidak boleh terjadi di Kota Pontianak.” tutup Edi Kamtono.

Reporter : (Paul)

 

Comments are closed.