Warga Tolak Rencana Pemerintah Kota Pontianak Menjadikan Rusunawa Sebagai Lokasi Isolasi Pasien Civid-19.

5
155
Warga Tolak Rencana Pemerintah Kota Pontianak Menjadikan Rusunawa Sebagai Lokasi Isolasi Pasien Civid-19.

Pontianak, Nawacitapost-  Rencana Pemkot Kota Pontianak Propinsi Kalimantan Barat menjadikan Rusunawa yang beralamat di Jl. Nipah Kuning Dalam, Kelurahan Pak Lima, sebagai lokasi isolasi Pasien Covid-19, mendapat penolakan dari warga masyarakat setempat.

Warga masyarakat memblokade akses jalan masuk ke Nipah Kuning Dalam. Warga masyarakat mengaku kesal dengan rencana Pemkot Kota Pontianak tersebut apalagi Pemkot atau dinas terkait belum melakukan sosialisasi maupun koordinasi terlebih dahulu dengan warga yang tinggal di sekitar Rusunawa tersebut yang rencana di jadikan rumah isolasi Pasien covid-19.

Abdul Holik selaku Ketua RT 04/ RW 04, menjelaskan dirinya baru mengetahui setelah membacanya dari media. Warga menjadi was was bahkan ada yang panik dengan rencana tersebut.

” Ya benar warga di sini panik dan kuatir karena Rusunawa sangat dekat dengan rumah penduduk. Pemerintah belum melakukan sosialisasi dan pendekatan secara edukatif kepada warga, kami tahu setelah baca koran, “ungkap AH kepada Wartawan.
Minggu (12/4)

Sesudah ada penolakan warga masyarakat, Pemkot melalui Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan dan Kepala Dinas Kota Pontianak Sidig, Camat, TNI dan Polri melakukan sosialisasi di masjid Nipah Kuning Dalam.

Bebarapa perwakilan warga masyarakat Nipah Kuning Dalam yang menghadiri mediasi tersebut menyampaikan asirasi dan reaksi mereka terhadap rencana Pemkot tersebut.

” Kita dianjurkan dan diminta oleh Pemerintah melalui Pemkot Kota Pontianak untuk tidak keluar rumah, kami sebagai warga sudah melakukannya. Nyatanya dengan ada nya rencana isolasi Pasien covid-19 dekat perkampungan warga Nipah Kuning, malah membuat masyarakat jadi takut, resah dan kwuatir,” ungkap Hendra selaku Ketua RT03/RW04 mewakili warga masyarakat, usai mediasi.

Hendra menjelaskan warga tidak bermaksud mendiskriminasikan pasien, melainkan ke takutan terhadap penularan virusnya. Sebab letak Rusunawa sangat dekat dengan warga masyarakat. Menurut Hendra jika tempatnya jauh dari rumah penduduk sah- sah saja pasti warga tidak menolaknya.

Baca Juga : Peduli Penaganan Covid-19, Masyarakat Terus Berikan Bantuan Kepada Pemkot Padangsidimpuan

” Sesudah ada reaksi dan penolakan warga barulah ada sosialisasi dan mediasi dengan warga, hal ini yang sangat di sayangkan warga. Tapi bagaimana pun juga masyarakat tetap menolak rencana tersebut. Pemerintah harus bijak menyikapi Masalah ini supaya jangan ada riak – riak di tengah masyarakat.” Tukas Hendra.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan bersama Dinas Kesehatan berusaha memberikan penjelasan dan pemahaman kepada warga, meskipun warga tetap menolak. Bahasan mengatakan, aspirasi dari masyarakat tetap kita tindak lanjuti dan pertimbangkan. Menurutnya, Pemkot Pontianak selalu berusaha menjalankan kebijakan sesuai dengan aturan yang sudah di tetapkan oleh Pemerintah melalui Tim Gugus Tugas Covid-19. Jelasnya.

Wakil Wali Kota Pontianak mengungkapkan rusunawa tersebut sebenarnya dipersiapkan apabila terjadi lonjakan kasus covid-19, Pemkot belum mengunakan rusunawa sebagai tempat karantina, ia memastikan pemerintah tak akan membuat masyarakat khawatir.
Masa pemerintah mau membiarkan masyarakat takut dan kuatir, soalnya kalau warga stres bisa berdampak tingkat imun tubuh rendah dan sakit bukan karena Corona tapi karena stres,” ujarnya.

Pemkot selalu berusaha mencari solusi agar kesadaran masyarakat meningkat. Upaya ini bukan hanya tugas Pemerintah namun tugas semua pihak. ” Termasuk tugas tokoh masyarakat, tokoh Agama, RT/RW bukan malah sebaliknya apalagi kebenarannya belum tentu bisa di pastikan.” ungkapnya.

Reporter : (Paul)

 

Comments are closed.