Ketua PBB Surabaya : Pemkot Tak Boleh Manfaatkan Dana CSR dari Perusahaan Untuk Dapur Umum Di Balai Kota

0
248
Ketua PBB Surabaya : Pemkot Tak Boleh Manfaatkan Dana CSR dari Perusahaan Untuk Dapur Umum Di Balai Kota
Foto : Samsurin Ketua DPC PBB Kota Surabaya

Surabaya NAWACITAPOST – Dana CSR lebih bermanfaat disalurkan ke masyarakat yang terkena dampak langsung disetiap area perusahaan dimana usaha didirikan. Artinya itu untuk masyarakat

Tidak boleh pemkot memanfaatkan situasi bencana wabah covid lantas membuka dapur umum menerima bantuan dari pengusaha pengusaha. Pakai uang ( APBD) Kab lebih pas, ujar Samsurin Welangon kepada NAWACITAPOST. Minggu (12/04/20)

Lanjutnya, Bantuan APD, Sembako. Berjimbun jimbun di balai kota surabaya itu untuk apa , sementara banyak masyarakat yang membutuhkan bahan pokok ketika pasar banyak yang tutup.

” Ini juga pengusaha mau carmut ( cari muka ) ke walikota atau bagaiamana, kan sudah jelas kalau dana CSR itu untuk masyarakat yang terkena dampak, kalau peduli kemanusiaan ya salurkan kewilayah sekitar dimana pabrikmu berdiri,” kata Ketua DPC PBB kota surabaya samsurin.

Menurut Surin, dana CSR lebih bermanfaat bantuan tersebut di salurkan langsung ke masyarakat yang kena dampak perusahaannya selama ini. Sumbangkan dan salurkan bantuan ke para karyawan juga, atau yang karyawan yang sudah dirumah atau ter PHK, pada saat ini.

Lebih lanjut, ujar Surin Banyak perusahaan yang tidak tepat sasaran membagikan CSR nya (Coorpotate Social Responbility), wajibnya. melibatkan tokoh masyarakat, RT , RW, LPKM , Kartar atau kelompok masyarakat di sekitar dampak, bukan malah berbondong bondong kirim bantuan ke balai kota. malah tertimbun disana, terus buat apa uang APBD kalau pemkot masih terima bantuan dari swasta.

” Pemerintah daerah tidak boleh lho menerima dan mengelola CSR, kan kita tidak punya perda soal itu. Berarti ya tidak boleh pemkot menerima bantuan dari swasta,” tegasnya.

Apalahi sekarang kota surabaya menerapkan Pembatasan Sosial Ber-skala Besar , orang di suruh tidak keluar rumah, kepedulian perusahaan-perusahaan besar sangat dibutuhkan kehadirannya di tengah masyarakat yang terkena dampak covid-19, jelas samsurin.

Dalam hal ini Surin menyarankan untuk memaksimalkan lembaga di masyarakat setinggat kelurahan. RT, RW, LPMK, Kartar, dll mereka sangat tepat diajak kerjasama oleh perusahaan perusahaan yang ada diwilayah tersebut untuk menyalurkan CSR nya, ini lebih cepat dan mengena sasaran.

Sebagai contoh, perusahaan jasa parkir pelabuhan di surabaya, sebisa mungkin cairkan dana CSR nya untuk para nelayan disekitar pelabuhan, perusahaan holding batu bara, terminal petik kemas, salurkan ke tenaga bongkar muat yang saat ini banyak yang nganggur.

Demikian pula perusahaan pariwisata hotel dan tempat hiburan, diharapkan juga peduli terhadap perkampungan yang ada sekitarnya

” Berikan CSR mu sebagai bentuk membantu pemerintah dalam pencegahaan wabah covid-19, banyak sekali perusahaan di surabaya ini yang bisa membantu masyarakat dalam kondisi krisis ekonomi saat ini,” tutur samsurin. (BNW)