Terkait COVID-19, Ini dia Sejumlah Keputusan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

0
154
Terkait COVID-19, Ini dia Sejumlah Keputusan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Bekasi, Nawacitapost-  Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengeluarkan sejumlah keputusan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19. Apa saja?

Rahmat Effendi memastikan wilayahnya telah siap untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), seperti yang akan diterapkan di DKI Jakarta pada Jumat 10 April 2020 besok.

Pria yang kerap disapa Pepen ini juga merekomendasikan warga untuk memakai masker kain yang mana dapat dicuci dan dipergunakan kembali.

Berikut instruksi terbaru Wali Kota Bekasi

Apa Saja yang Dilarang dan Tidak Selama PSBB?:

Siap Ajukan PSBB

Rahmat Effendi memastikan wilayahnya telah siap untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pria yang akrab disapa Bang Pepen itu mengklaim Kota Bekasi telah terapkan kebijakan layaknya PSBB.

“Persiapannya sudah, tahapannya sudah, kita kan sudah melaksanakan sebenarnya, tidak boleh lagi ada (atau) menunda kegiatan keagamaan, terutama gerumul-gerumul sudah tidak boleh lagi, hal-hal yang berkenaan dengan transportasi sudah kita batasi, kecuali ada hal-hal tertentu yang penting,” ujar Pepen kepada wartawan, Rabu (8/4/2020).

Selain itu, pihaknya juga telah membatasi para pedagang atau sejumlah toko, kecuali perusahaan atau warung yang menjual sembako dan obat-obatan.

Sementara untuk ojek online di Kota Bekasi dilarang membawa penumpang. Nantinya, ojek online hanya diperbolehkan membawa makanan ataupun pengiriman barang.

“Dia hanya bergerak itu orang per orang tidak membawa penumpang, hanya sebagai transfer pengangkut barang, makanan, delivery,” kata Pepen.

Baca Juga : Anies Baswedan Larang Warga Makan Langsung di Restoran

Kebutuhan warga selama masa PSBB, sebut Pepen, ditanggung pemerintah. Ia mendata ada 106 ribu warga miskin yang rentan terhadap penerapan PSBB.

“Terakhir presiden juga menjanjikan, kita minta kepada presiden itu bukan dari 30 atau 40 persen orang miskin akibat dari rumah tangga miskin baru kita minta sekitar 100 persen dari jumlah yang ada ke pak presiden supaya nanti itu dapat memayungi apa yang kita lakukan dalam kegiatan PSBB,” tuturnya.

Wajib Pakai Masker Jika Keluar Rumah

Rahmat Effendi meminta warga untuk selalu memakai masker saat berada di luar rumah. Aturan tersebut wajib dipatuhi warga untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Hal ini tertuang dalam surat edaran Wali Kota Bekasi nomor 443.1/2496/SETDA.Tapem tentang penggunaan masker dalam upaya mencegah penyebaran corona virus disease (COVID-19) di Kota Bekasi. Surat tersebut ditandatangani oleh Rahmat Effendi.

“Selalu menggunakan masker ketika berada atau melakukan aktivitas kegiatan di luar rumah,” ujar Rahmat Effendi dalam keterangannya, Kamis (9/4/2020).

Rahmat Effendi juga meminta warga untuk tidak menggunakan masker medis dan merekomendasikan warga untuk memakai masker kain.

Berikut isi lengkap imbauan Wali Kota Bekasi

Berkenaan keputusan Wali Kota Bekasi nomor 443/Kep.191-Tapem/IV/2020 tentang penggunaan masker dalam upaya mencegah penyebaran corona virus disease di wilayah Kota Bekasi dan mengingat semakin meningkatnya penyebaran COVID-19 serta semakin terbatasnya ketersediaan masker medis di wilayah Kota Bekasi, dengan ini kami sampaikan kepada warga masyarakat kota Bekasi agar melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Tetap mengutamakan berada di rumah menjaga jarak aman sering mencuci tangan dengan sabun serta melaksanakan etika Ketika batuk dan bersin.

2. Agar selalu menggunakan masker ketika berada atau melakukan aktivitas kegiatan di luar rumah.

3. Tidak membeli dan atau menggunakan masker medis tetapi disarankan menggunakan masker jenis kain yang dapat dicuci dan dipergunakan kembali.

4. Diimbau agar melakukan aksi kepedulian sosial dengan mengadakan memproduksi dan membagikan masker kain kepada warga masyarakat yang membutuhkan.

5. Tokoh agama tokoh masyarakat ketua rw atau RT kader PKK dan organisasi kemasyarakatan lain agar senantiasa mengingatkan warga masyarakat untuk selalu menggunakan masker pada saat beraktivitas di luar rumah.

Batasi Aktivitas hingga Pukul 21.00 WIB

Rahmat Effendi membatasi kegiatan warganya di luar rumah untuk mencegah penyebaran virus Corona. Pembatasan kegiatan warga tersebut berlaku selama 14 hari.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali kota Bekasi Nomor 488/2390/SETDA.Hum tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penyebaran Infeksi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Lingkungan Sekitar Masyarakat Kota Bekasi. Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa aktivitas warga di luar rumah dibatasi hanya sampai pukul 21.00 WIB.

“Agar seluruh masyarakat Kota Bekasi membatasi aktivitas atau kegiatan di luar rumah hanya sampai dengan pukul 21.00 WIB,” demikian petikan Surat Edaran Wali Kota Bekasi yang diunggah dalam akun Instagram @humaskotabekasi , Minggu (5/4/2020).

Dalam surat edarannya, Rahmat juga mengimbau warganya agar menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Misalnya dengan memakai masker.

“Jika ada keperluan mendesak dan diharuskan untuk keluar rumah, maka dianjurkan untuk mengikuti protokol kewaspadaan diri saat keluar rumah maupun saat kembali ke rumah serta dianjurkan untuk memakai masker dan membawa hand sanitizer,” begitu bunyi poin 2 Surat Edaran Wali Kota Bekasi.

Berikut ini isi lengkap surat edaran Wali Kota Bekasi:

1. Tetap di rumah selama 14 (empat belas) hari dan tidak bepergian sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Kota Bekasi baik untuk diri sendiri maupun kemungkinan penularan atau penyebaran virus kepada orang-orang sekitar termasuk keluarga;

2. Jika ada keperluan mendesak dan diharuskan untuk keluar rumah, maka dianjurkan untuk mengikuti protokol kewaspadaan diri saat keluar rumah maupun saat kembali ke rumah serta dianjurkan untuk memakai masker dan membawa hand sanitizer.

3. Berkenaan dengan hal nomor 2 (dua), agar seluruh masyarakat Kota Bekasi membatasi aktivitas atau kegiatan di luar rumah hanya sampai dengan pukul 21.00 WIB

4. Camat, Lurah, RT dan RW se-Kota Bekasi agar mensosialisasikan imbauan ini kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayahnya masing-masing bersinergi dengan tiga pilar. (Adv/Humas/Mr).