Macfudz : Terkait Covid-19, Pemkot Surabaya Dinilai ‘Gak Jelas’

0
263
Macfudz : Terkait Covid-19, Pemkot Surabaya Dinilai 'Gak Jelas'
Macfudz Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Surabaya

Surabaya NAWACITAPOST – Upaya pencegahan dan penanganan terkait Covid-19 oleh Pemkot Surabaya dirasa kurang jelas. Hal itu dinyatakan Macfudz anggota Fraksi PKB DPRD Kota Surabaya usai teleconference bersama Pemkot Surabaya. Senin (6/4/2020).

Menurut Macfudz, Pemkot kurang fokus masalah anggarannya baik untuk pencegahan, penanganan maupun untuk recovery pasca krisis Covid-19.

” Harusnya ada rincian anggarannya. A, B, C, D … Biar ada indikator yang jelas karena selama ini tidak pernah dikoordinasikan Pemkot dengan pihak DPRD,” ujarnya ditemui diruang kerjanya. (6/4)

Kalau ada alokasi penggeseran-penggeseran itu akan butuh waktu.

” Yang paling fleksibel adalah anggaran dari sisa kas,” papar anggota komisi B ini.

Selama ini menurut Macfud, PKB sudah pro aktif memberikan masukan karena dari awal langkah Pemkot Surabaya dirasa keliru, lanjutnya.

Macfudz mencontohkan masalah pelarangan sosial distance, seringkali Pemkot melanggarnya dengan alasan sosialisasi. Selain itu, terkait bilik steril yang kemampuannya masih diragukan karena hal itu rekomendasinya dari Kementan (Kementrian Pertanian) bukan dari Kemenkes.

Maka dari itu melihat dari langkah yang sudah dilakukan, Macfudz menyatakan Pemkot Surabaya sudah menghamburkan dana dengan asal-asalan dan tidak jelas karena ukurannya adalah keberhasilan.

” Kalau Pemkot mau serius, ya ditest aja semua (masyarakat),” tegasnya.

Terkait bilik steril, menurut macfudz dirinya sejak awal sudah tidak setuju karena bilik steril berbahaya dan biasa dipakai didepan kandang hewan, ujarnya mengutip kata dokter yang pernah diminta pendapatnya.

” Lagi-lagi proyek. Kalau ndak gitu, ndak muter duitnya,” ujarnya

Yang pasti, kata Macfudz, Pemkot tidak jelas dalam bertindak. Apalagi saat ini tiba-tiba Ery (Ery Cahyadi Kepala Bapekko Surabaya) tampil sebagai pahlawan membagi-bagikan sembako per bulan.

” Ery iku sopo, Walikota tah. Walikota ne gak onok tah, wes di Plt. tah,” ujar Macfudz dalam bahasa Suroboyoan sembari tertawa. (BNW)