Sempat Tertunda, Pemkot Bahas Anggaran Penanganan Corona Melalui Teleconference Bersama DPRD Surabaya
Sempat Tertunda, Pemkot Bahas Anggaran Penanganan Corona Melalui Teleconference Bersama DPRD Surabaya

Surabaya NAWACITAPOST – Karena alasan persiapan belum memadai, permintaan DPRD Surabaya untuk membahas anggaran Penanganan Corona di Surabaya melalui teleconference sempat ditunda dua kali.

Sejatinya teleconference akan digelar pada hari Kamis (2/4), ditunda pada Jumat (3/4), dan akhirnya digelar pada hari ini Senin (6/4/2020) setelah Pemkot Surabaya menyatakan kesiapannya.

Memang agak disayangkan, dengan situasi yang genting seperti ini seakan Pemkot menunda-nunda untuk berkoordinasi terkait anggaran penanganan penyebaran Corona atau Covid-19.

Menggunakan aplikasi Zoomcloud, Banyak hal disampaikan Tri Rismaharini Walikota Surabaya seputar penanganan, pencegahan hingga alokasi dana terkait Covid-19.

Terkait penanganan Covid-19, Risma juga melaporkan telah memberikan bantuan APD kepada seluruh rumah sakit di Kota Surabaya. Dalam hal ini sudah melibatkan banyak UKM dalam pembuatan APD dan memberdayakan 16 ribu pedagang.

“Untuk yang MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), PDAM akan kami gratiskan. Kebijakan kita hanya PDAM. Soalnya PDAM masuk BUMD. Jadi itu yang Pemkot bisa. Terkait PSBB itu sebetulnya saat itu mencoba dibatasi perkotaan dan perbatasan,” ujar Risma.

Ditemui usai teleconference, Adi Sutarwiyono ketua DPRD Kota Surabaya, menjelaskan bahwa Pemkot sudah membahas alokasi dana yaitu mengalokasikan dana sebesar 196 miliyar rupiah untuk penanganan Covid-19.

“Awal mula sudah disampaikan ada kebutuhan anggaran saat ini sebesar 196 M untuk penanganan Covid-19,” ujar politisi PDIP di gedung DPRD. Senin (6/4).

Dari 196 Miliyar tersebut, sebesar 160 miliyar untuk cadangan kebutuhan pangan bagi masyarakat yang tidak mampu dan sisanya untuk penanganan Covid-19, ujar Awi (panggilannya) mengutip pernyataan Risma. (BNW)

Baca juga :  jembatan Utama Terancam Ambruk Akibat Banjir Solok Selatan