Nias Utara, Nawacitapost- Usai pembangunan Puskesmas di NamohaluEsiwa menjadi malapetaka bagi masyarakat lingkungan setempat, betapa tidak ?
Dari hasil pantauan awak media nawacitapost, Kamis (2/4/20), tampak sampah jenis B3 bertumpuk dibelakang puskesmas. Dimana sampah B3 tersebut adalah bekas bahan-bahan kimia, sementara di puskesmas itu sudah terpasang Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), namun diduga tidak beroperasi.
Ketika dikonfirmasi dengan Kepala Puskesmas Namohalu Esiwa, Erniwati Telaumbanua mengenai sampah B3; via pesan WhatsApp ia mengarahkan awak media untuk konfirmasi dengan stafnya.
"Maaf pak, ini kontak staf saya pak tolong bapak hubungi saja dia pak Karna saya lagi pertemuan di dinkes, tulis Kapus sembari mengirim contak person stafnya,"katanya.
Dari hasil konfirmasi dengan Staf puskesmas Namohalu Esiwa, Yusmeiman Zai via selular, ia menjelaskan bahwa IPAL memang sudah terpasang di puskesmas seiring pada saat pembangunan Puskesmasnya.Namun sampai saat ini belum beroperasi oleh karena ada dua alat yang belum lengkap saat pemasangan IPAL, kemudian masalah sampah jenis B3 ditumpuk di belakang puskesmas untuk dibakar mumpung alat IPAL belum bisa beroperasi.
Hingga berita ini dilansir, awak media berupaya untuk melakukan konfirmasi dengan kepala dinas kesehatan Kabupaten Nias Utara.