Mendesak RS Rujukan Pasien Covid-19 di Nias

2
581
Mendesak RS Rujukan Pasien Covid-19 di Nias

Padangsidimpuan, Nawacitapost- Sebagaimana berita yang mengejutkan, RSUD Padangsidimpuan menolak rawat PDP Covid-19.

Peristiwa tersebut amat disesalkan. Padahal RS tersebut merupakan satu dari 5 RS di Sumut yg telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai RS rujukan penanganan Covid-19.

Ketua DPD Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (Himni) Sumut, Turunan Gulo, SP, MSP mengatakan RSUD Padangsidimpuan main tolak, dengan alasan tak siap.

“Bagaimana nasib warga Kepulauan Nias yg sama sekali belum punya RS rujukan pasien Covid-19,”katanya.

Turunan kembali mengatakan, sangat berat untuk mengangkut pasien status PDP apalagi positif Covid-19 dari Nias ke daratan Sumut.

Pertanyaan layak diajukan

Sebuah pertanyaan serius layak diajukan: apa saja kerja Gubernur Sumut yg merupakan perwakilan Pemerintahan Pusat? Kenapa terkesan diam dan tidak gesit?

“Hingga sekarang, kami belum mendengar apa skema penanganan Covid-19 di Kepualan Nias. Kami hanya pernah mendengar, kalau ada pengiriman 150 APD ke sana. Tapi, belum mendengar info apakah di sana sudah disiapkan Covid-19 test kit atau minimal rapid test. Bagaimana memastikan di sana belum ada yg positif kalau belum pernah ditest. Belum lagi, persiapan ruang isolasi dan segala macam yang berhubungan dengan penanganan pasien Covid-19,”ungakpnya.

Baca Juga : RSUD Kota Padang Sidempuan Tolak Pasien PDP Corona

Ia kemudian menyebut, para pimpinan daerah se-Kepulauan Nias juga belum menunjukkan usaha yang amat serius untuk menghadirkan satu RS rujukan. Seharusnya kelima KDH di Kepulauan Nias berteriak keras ke Pemerintah Pusat c.q Gubsu.

“Sekali lagi, kami menuntut perhatian Pemerintahan Pusat, c.q Pemprovsu, untuk menghadirkan minimal 1 RS rujukan pasien Covid-19 di Kepulauan Nias, yang memadai. Mengingat wilayah Nias yang terpisah sangat jauh dari daratan Sumut,”tegas Turunan.

“Ini persoalan sangat serius. Soal nyawa manusia. Janganlah, pemerintah ini bekerja seperti pemadam kebakaran. Kalau diam, acuh, lalai, maka siap-siap saja, orang berstatus PDP–apalagi positif Covid-19–di Kepulauan Nias, akan mati mengenaskan tanpa usaha penyembuhan yg serius dan komprehensif,”tambahnya.

2 KOMENTAR

Comments are closed.