Akses Masuk dan Keluar Pelabuhan di Provinsi Maluku ditutup

1
242
Buru dan Buru Selatan

Nawacitapost- Dua Akses Pelabuhan di Provinsi Maluku menutup sementara seluruh pintu masuk dan keluar melalui pelabuhan di kabupaten Buru dan Buru Selatan.

Bupati Kabupaten Buru, Ramli Ibrahim Umasugi, mengatakan jalur transportasi laut dan darat sementara ditutup mulai berlaku pada Rabu (1/4)

“Jalur antarkabupaten ditutup selama 14 hari atau dua pekan ke depan,”ujar Ramli saat dihubungi, Selasa (31/3).

Baca Juga : Harga Karet dengan Kadar Karet kering (KKK) 100 persen Anjlok

Penutupan pintu masuk dan keluar melalui pelabuhan itu tertuang dalam surat edaran Bupati Kabupaten Buru nomor 360/2111 tahun 2020 tentang penetapan Status Keadaan Darurat Penanganan Bencana Nonalam di kabupaten Buru.

Ini, kata Ramli, juga menindaklanjuti keputusan presiden nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Percepatan Penanggulangan virus corona (Covid-19) serta Surat edaran Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI nomor 13 tahun 2020 tentang pembatasan penumpang kapal, angkutan logistik dan pelayaran pelabuhan.

Penutupan dilakukan demi mencegah pandemi virus corona yang meluas di kabupaten Buru. Namun, kata Ramli, penutupan akses tersebut tak berlaku untuk logistik barang di wilayah Buru Maluku.

Ramli berujar penutupan arus penumpang akan diperpanjang dengan memperhatikan situasi dan penyebaran Covid-19 di wilayah Buru.

“Kebijakan ini bersifat perintah sehingga diharapkan bagi jasa pelayaran menjalankan sebaik baiknya demi keselamatan bersama dan akan ditindak jika melanggar,” tegas Ramli.

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulissa lebih dulu menerapkan karantina wilayah atau lockdown di seluruh pintu masuk dan keluar kabupaten itu pada Kamis (26/3).

“Jadi, pelayaran baik Pelni, ASDP dan Kapal Cepat serta jalur lintas antarkabupaten ditutup,” kata Tagop.

Ia mengatakan sebagai daerah yang belum terinfeksi wabah virus corona, dirinya wajib meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah waspada ketimbang mengobati

Tagop mengatakan ia lebih bertanggungjawab dan memberikan perlindungan terhadap warganya, sehingga langkah menutup semua akses transportasi  aut dan darat pun diambil demi mencegah virus corona.

“Alasan Pemda Bursel menutup jalur jalur ini demi membatasi orang masuk ke Bursel apalagi di Ambon satu pasien positif corona pertama di Maluku,” ujarnya.

Tagop menambahkan penutupan akses pintu masuk dan keluar di kabupaten Buru Selatan tak memutus untuk distribusi kebutuhan bahan pokok di sana.

Comments are closed.