Ketua Panitia Miliki Hubungan Sedarah dengan Calon Perangkat Desa

2
743
Ketua Panitia Miliki Hubungan Sedarah dengan Calon Perangkat Desa

Nias Utara, Nawacitapost- Diduga ada hubungan sedarah antara ketua panitia penjaringan dan penyaringan dengan calon perangkat desa, akhirnya sebelum turunnya rekomendasi dari camat dan surat keputusan penetapan dan pengangkatan dari kepala desa, maka dengan diketahui memiliki nilai tinggi pada tes ujian tertulis ; selang beberapa hari langsung berkantor, dengan mengenakan pakaian dinas kepegawaian.Inilah yang terjadi di Desa Marafala Kecamatan Lahewa, ungkap Wa’oziduhu Nazara saat ditemui awak media nawacitapost, Senin (23/3/20).

Wa’oziduhu Nazara menceritakan peristiwa yang dianggap tidak transparan dan adanya keperpihakan pada penjaringan dan penyaringan calon kepala dusun III Desa Marafala Kecamatan Lahewa.

Berawal pada surat keputusan kepala Desa Marafala nomor: 140/31/K/2012/2020 tanggal 30 Januari 2020, tentang pengangkatan panitia penjaringan dan penyaringan calon kepala Dusun III Desa Marafala.

“Dimana ketua panitia bernama Pemberian Harefa adalah saudara sepupu dengan calon perangkat Desa Yasman Harefa artinya memiliki hubungan darah,”jelas Wa’oziduhu.

Kemudian Wa’oziduhupada mengatakan, pada waktu pendaftaran penjaringan para calon yang dimulai pada tanggal 31 Januari s/d 13 Februari 2020, salah satu persyaratan administrasi yang tidak dapat ditunjukkan oleh calon bernama Yasman Harefa, yaitu ijazah asli dan baru dikeluarkan surat keterangan pengganti ijazah oleh kepala sekolah SMAN 1 Lahewa pada tanggal 29 Februari 2020, setelah adanya surat keterangan kehilangan ijazah dari kepolisian pada tanggal 28 Februari 2020.

“Artinya calon atas nama Yasman Harefa bisa dikategorikan gagal administrasi karna terjadi keterlambatan pada penyerahan berkas administrasi yang sudah diterapkan dan ditetapkan pada pengumuman sebagai aturan,” tegas Wa’oziduhu.

“Anehnya lagi menurut saya dari 45 pertanyaan tes tertulis dalam bentuk pilihan, Yasman mampu menjawab 44 diantara 45 pertanyaan pilihan tersebut, sehingga patut diduga bila adanya bocoran kunci jawaban,” dugaanya.

Baca Juga : Pemkot Blitar bersama Polres Blitar Kota Semprotkan Disinfektan ke Jalanan Cegah Wabah Corona

Wa’oziduhupada menduga bahwa adanya pengkondisian untuk memenangkan Yasman Harefa oleh karena hubungan sedarah dengan ketua panitia, hanya beberapa hari setelah dinyatakan lulus pada perolehan nilai tanpa menunggu surat rekomendasi Camat Lahewa dan surat keputusan penetapan dan pengangkatan dari Kepala Desa Marafala.

“Yasman Harefa langsung berkantor dengan mengenakan pakaian kepegawaian. Ini hal yang sungguh aneh menurut saya”, ujar Wa’oziduhu.

Ia mengharapkan dengan adanya surat sanggahan yang nantinya diajukan pada instansi yang berwenang, kiranya bisa dipertimbangkan supaya teori dan praktek hukum dan aturan yang diberlakukan, dapat teruji.

Sebelumnya, awak media meminta tanggapan ketua panitia, Pemberian Harefa terkait hubungan sedarah dengan Yasman Harefa belum lama ini, kepada awak media ia menjelaskan bahwa terkait hubungan keluarga antara ketua panitia dengan Yasman Harefa selaku calon perangkat Desa saat itu, sama sekali belum diatur didalam aturan yang berlaku pada pelaksanaan penjaringan, baik perda maupun aturan lainnya, sedangkan terkait masalah ijazah sebagai persyaratan administrasi, sebelumnya pada penyerahan pemberkasan.

“Ijazah sudah kita terima dari Yasman, namun ketika ada keberatan dari calon lainnya tiba-tiba ijazah itu sudah tercecer sehingga baru belakangan diurus surat keterangan pengganti ijazah dan menjadi keterlambatan pada penyerahan pemberkasan,”jelas Pemberian Harefa kepada awak media via selular.

Reporter : Ibezanolo Zega

Comments are closed.