Guna Mengantisipasi Covid 19, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Berlakukan Lockdown Sementara Waktu

Gunungsitoli, Nawacitapost- Menurut instruksi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut No. W2.E19.UM.01.01-404, Tanggal 23 Maret 2020 tentang pencegahan virus Covid19 pada Lapas dan Rutan se-Sumatera Utara. Selasa (23/2020)

Soetopo Barutu, sebagai Kepala Lapas Gunungsitoli mengikuti sesuai instruksi secara Nasional kepada pelayanan besukan kedalam lapas

“Dalam sementara waktu perlu kita mengantisipasi infeksi covid 19. hal ini kita perdoman pada aturan secara Nasional, selanjutnya kami dari Lapas Gunungsitoli melaksanakan penutupan sementara pelayanan besukan guna melokalisir masuknya virus Covid19 kedalam lapas” Kata Soetopo

Lapas Gunungsitoli terhitung mulai hari ini sudah diberlakukan Lockdown, sementara  Satker Lapas/ rutan Wilayah Sumatera Utara sudah memulai sejak tanggal 21 maret 2020.

“Mundurnya pelaksanaan di lapas Gunungsitoli karena kami tentu memperhatikan keadaan situasi berkembang dimasyarakat dan juga perlu sosialisasi kepada warga binaan agar saudara kita yg di dalam lapas ini tahu betapa pentingnya pembatasan diri untuk mencegahnya covid19 masuk kedalam lapas” Tuturnya

Pihaknya melanjutkan, Lapas Gunungsitoli memberikan alternative bagi pelayanan besukan dengan menyediakan alat Wartelius dan Layanan Video Call.

Baca Juga : Isteri Pasien 01 RS Sudarso Pontianak, Positif Corona

“Penutupan layanan besukan di Lapas kami laksanakan tepatnya hari ini tgl 23 maret 2020,  sebagai penggantinya agar komunikasi dengan keluarga warga binaan kami memberikan solusi dengan menyediakan wartelsus (warung telekomunikasi khusus) dan layanan Video call  dengan keluarganya, kami pikir ini lebih baik dari lebih terjamin keamanan kedua belah pihak, tidak perlu keluar rumah untuk ketemu dengan keluarga di dalam lapas maupun di rumahnya, cukup dengan ber telepon dan video call saja”. Jelasnya

Sementara itu, khusus penitipan keperluan Warga Binaan Lapas berupa makanan masih memberlakukan, sambil menunggu pentunjuk berikunya

Baca juga :  Pelantikan dan Pengambilan Sumpah JFT Pemeriksa Keimigrasian Pemula di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda

“Selanjutnya untuk layanan penitipan makanan sementara masih kami perbolehkan sampai ada petunjuk lebih lanjut dari pimpinan,  sebenarnya paket kiriman makanan ini juga dikhawatirkan bisa masukkannya virus ini kedalam lapas, tetapi kami tidak bisa menafsirkan kebutuhan warga binaan dan kebutuhan pribadi yang tidak tersedia dari Lapas, sampai ada perintah lebih lanjut tentang larangan membatasi memasukkan barang kedalam Lapas,” Pungkas Soetopo Barutu

Reporter : Jurdil Laoli (Nawacitapost.com, Gunungsitoli)

Comments are closed.