Waspada Corona, KB Samsat Dilengkapi Alat Thermal Gun, Wastafel dan Hand Sanitizer

0
77
Waspada Corona, KB Samsat Dilengkapi Alat Thermal Gun, Wastafel dan Hand Sanitizer
Waspada Corona, KB Samsat Dilengkapi Alat Thermal Gun, Wastafel dan Hand Sanitizer

Surabaya NAWACITAPOST – Kewaspadaan penyebaran virus corona (Covid-19) dilakukan di seluruh instansi Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, termasuk di lingkungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Kantor Bersama (KB) Samsat di seluruh Jawa Timur, yakni dilengkapi fasilitas tambahan berupa wastafel dan hand sanitizer

KB Samsat telah dilengkapi fasilitas tambahan berupa wastafel dan hand sanitizer. Selain itu, pelayanan juga dilengkapi dengan thermal gun untuk memastikan suhu tubuh pengunjung. “Di Samsat keliling juga kita sediakan hand sanitizer untuk wajib pajak sebelum melakukan transaksi dengan petugas,” ujar Kepala Bapenda Jatim, Boedi Prijo Soeprajitno dikonfirmasi di kantornya, Selasa (17/3).

Standar Operasional (SOP) ini berlaku untuk seluruh KB Samsat dan Samsat keliling di Jatim. “Kita sudah kordinasi, agar semua Samsat di daerah juga melaksanakan SOP mulai hari kemarin (Senin – red),” tegasnnya.

Bahkan, ia memastikan bahwa pelayanan di Kantor Bersama (KB) Samsat, Samsat Drive thrue maupun Samsat keliling tetap dibuka untuk masyarakat. Kendati demikian, pihaknya menerapkan sejumlah SOP agar petugas maupun masyarakat terhindar dari ancaman penularan Covid-19. Salah satu di antaranya ialah optimalisasi pembayaran non tunai.

“Dengan pembayaran secara non tunai baik melalui e-samsat maupun Payment Point Online Bank (PPOB, red), kita berupaya mengantisipasi penularan virus atau bakteri lewat peredaran uang. Tidak perlu sterilisasi apalagi harus membakar uang dengan oven supaya steril,” ungkap Boedi Prijo Soeprajitno.

Dijelaskan Boedi, layanan non tunai merupakan salah satu inovasi KB Samsat Jatim untuk memudahkan pembayaran pajak. Bentuknya, wajib pajak dapat melakukan pemindahbukuan melalui bank, transfer bank, atau Electric Data Capture (EDC).

Layanan non tunai selama ini sudah digunakan untuk mendukung transaksi yang dilakukan oleh wajib pajak khusus seperti dealer/ main dealer dengan nilai pembayarannya yang besar. “Inovasi ini sudah dimanfaatkan masyarakat banyak. Pada 2019 lalu, transaksi dari layanan non tunai mencapai Rp 4 triliun. Karena itu kami berharap inovasi ini dimanfaatkan lebih banyak masyarakat ditengah merebaknya wabah corona,” ungkap Boedi.

Selain e-samsat, wajib pajak juga dapat memanfaatkan pembayaran melalui berbagai alternatif. Di antaranya mini market, dompet digital maupun fasilitas pembayaran di online shop. “Layanan ini sudah bisa dimanfaatkan meski baru memasuki tahap ujicoba. Kita berharap mengurangi transaksi yang selama ini bentuknya orang ketemu orang menjadi orang ketemu mesin atau aplikasi,” pungkasnya. (*)