Cuitan Chatingan WhatsApp Salah Seorang PPK Kecamatan Tugala’oyo, Viral di Media Sosial

1
759
Cuitan Chatingan WhatsApp Salah Seorang PPK Kecamatan Tugala'oyo, Viral di Media Sosial

Nias Utara – Nawacitapost– Selain virus Corona yang menjadi buah bibir khalayak ramai, tidak kalah hebohnya dengan cuitan chatingan di WhatsApp salah seorang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tugala’oyo, Nimerodi Hulu dengan salah seorang calon Panitia Pemungutan Suara (PPS) berinisial APH, yang di share dibeberapa group media sosial oleh akun Facebook Eddys Zaloechoe Mazingo Cp-ii baru-baru ini.

Dari hasil chatingan WhatsApp antara Nimerodi dengan APH yang sempat beredar, terlihat dan terbaca kalimat-kalimat Nimerodi meminta sejumlah uang kepada APH untuk memuluskan APH lolos sebagai anggota PPS, dari hasil tangkapan layar (screenshots) yang di share oleh akun Facebook Eddys Zaloechoe Mazingo Cp-ii, tertulis nilai uang permintaan Nimerodi kepada APH sejumlah Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) dan Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah), sehingga jumlah uang yang diminta Nimerodi kepada APH berjumlah Rp 2.000.000 (dua juta rupiah).

Nawacitapost mencoba mengkonfirmasi kepada Nimerodi melalui via selular, Selasa (17/3/20). Nimerodi membantah masalah chatingan tersebut.

“Saya tidak tau dengan chatingan itu, tadi pun ada seseorang menchating dengan saya menanyakan hal yang sama, saya bilang bahwa saya tidak tau sama sekali masalah itu,” katanya saat ditanyain oleh reporter Nawacita via seluler.

Baca Juga : DR.M.N.Huda SH,MH: Jangan Mimpi Mendapat Penangguhan Penahanan Kasus Tipikor

Ditempat terpisah, ketika awak media Nawacitapost meminta tanggapan ketua KPU Nias Utara, Evorianus Harefa terkait informasi yang melibatkan nama PPK Nimerodi di ruang kerjanya, Rabu (18/3/20).

Evorianus membenarkan bahwa Nimerodi salah seorang anggota PPK.

“Benar atas nama Nimerodi Hulu salah seorang anggota PPK di Tugala’oyo, dan terkait dengan informasi yang beredar di media sosial belum kita terima laporan secara resmi,” kata Evorianus.

“Kami dari pihak KPU akan segera memanggil yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi, jadi bila informasi tersebut benar, maka kita akan memberikan sanksi berupa sanksi ringan, berat, dan atau bisa berujung pada sanksi pemberhentian dari jabatan,” tegas Evorianus.

Hingga berita ini di lansir, awak media berupaya untuk konfirmasi dengan APH.

Reporter : Ibezanolo Zega

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here