Dimana baru-baru ini beredarnya undangan dalam rangka pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan daerah (Musrenbang) kabupaten Nias Utara yang dilaksanakan pada, Kamis (12/3/20).
Pada Musrenbang tersebut, yang hanya dilaksanakan sekali dalam satu tahun, dari sekian banyak undangan tampak dihadiri oleh Sekda Nias Utara, asisten, staf ahli, para OPD, Dandim 0213/ Nias, perangkat daerah dari tingkat provinsi Sumatera Utara, Kapolsek Tuhemberua, para camat dan Kepala Desa, tokoh masyarakat, dan ormas, namun Bupati Nias Utara M Ingati Nazara, tidak hadir saat itu.
Munculnya polemik ditengah-tengah masyarakat, ketika undangan yang diedarkan ; tampak dalam surat undangan, telah ditanda tangani oleh Bupati M Ingati Nazara, namun memakai stempel Bappeda Nias Utara.
Menanggapi hal itu, ketika awak media nawacitapost konfirmasi dengan sekretaris daerah kabupaten Nias Utara, Yafeti Nazara, via pesan singkat WhatsApp dijelaskan bahwa surat yang sudah beredar stempelnya sudah benar, agar ditanyakan aja di BAPPEDA bagaimana cerita munculnya surat berstempel Bappeda tersebut, agar ceritanya tidak simpang siur.
Melanjutkan konfirmasi dengan Kaban Bappeda Bazatulo Zebua via pesan singkat WhatsApp, dijelaskannya bahwa ; terkait undangan Musrenbang hari ini, sebenarnya yang sudah di bagi langsung itu, pakai stempel pak Bupati.
Baca Juga : Hadiri Musrenbang di Lampung Selatan, Wagub Chusnunia Ajak Masyarakat Berkolaborasi
"Tapi tadi malam, staf yang masih di kantor, diminta agar undangan hari ini di Kirim ke WA OPD dan Camat, untuk mengingatkan agar acara hari ini dapat dihadiri tepat waktu, ternyata staf mengambil pertinggal undangan yang belum di stempel, langsung di stempel tanpa memperhatikan , dan langsung di foto dan di kirim di WA OPD Nias Utara, ternyata stempel yang dipakai stempel Bappeda," kata Kaban Bappeda Bazatulo Zebua via pesan singkat WhatsApp.
"Memang langsung saya konfirmasi di kantor dan sudah diganti, hanya saja sempat di screenshot oleh oknum tertentu dan di kirim ke Facebook, tentu hal ini juga kelalain staf walaupun hanyalah untuk kebutuhan internal,. Tentu hal ini menjadi perhatian dan bagi staf yang melakukan kelalaian, kita memberikan teguran dan pembinaan supaya tidak terulang dikemudian hari..tks untuk atensinya dan mohon maklum,"tambahnya.
Tidak lepas dari sorotan publik, ketua DPD IPK, Anuari Zendrato saat diminta tanggapan. Kepada awak media mengatakan bahwa terkait polemik surat undangan rapat Musrenbang kabupaten Nias Utara yang sempat Viral, sangat disayangkan hal ini bisa terjadi, kita berharap agar kinerja dari ASN dapat membenahi diri sehingga hal ini tidak terulang kembali.
Begitu pula sangat disayangkan ketidak hadiran Bupati Nias utara pada Musrenbang kali ini, dimana Musrenbang ini merupakan musyawarah Tahunan dalam menyusun RKPD Nias utara, tentu ketidakhadiran beliau bisa berdampak pada rencana pembangunan kedepan, jelas Anuari Zendrato.
Ditempat terpisah, mantan orang nomor satu di Nias Utara, Edward Zega yang kini sebagai anggota DPRD provinsi Sumatera Utara, saat diwawancarai awak media nawacitapost di kediamannya, Kamis (12/3/20) terkait polemik yang sedang memanas saat ini, Edward menyayangkan hal ini bisa terjadi.
Sangat disayangkan kejadian seperti ini, dan Bupati tidak perlu disalahkan karna masalah menstempel/mencap, tentu bukanlah pekerjaan Bupati, tapi itu tugasnya administrasi, terang Edward. Lanjutnya, itu staf dibagian sekretariat harus diberi teguran agar lebih hati-hati kedepan, harap Edward.
Reporter : Romel Zega