Kamis, 4 Juni 2026

AKNIRA Terancam Tutup di Masa Kepemimpinan Bupati M Ingati Nazara

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Sabtu, 7 Maret 2020 | 21:59 WIB
Nias Utara - NAWACITApost.com- Beginilah riwayat Akademi Komunitas Negeri Nias Utara (AKNIRA) yang berdiri sejak 26 September 2013 berdasarkan Keputusan Mendikbud No.179/P/2013 dibawah binaan Perguruan Tinggi POLITANI Payakumbuh Sumatera Barat.

Kala itu AKNIRA salah satu kebanggaan masyarakat Nias Utara pada masa kepemimpinan m/tag/bupati">Bupati Nias Utara Edward Zega. Namun sangat disayangkan karena masa kepemimpinan Edward Zega berakhir pada akhir tahun 2015 ; Sementara AKNIRA pada tahun 2016 disiapkan menjadi Satker mandiri dengan syarat AKNIRA membangun gedung perkuliahan.

Guna mencapai tujuan diatas, pada awalnya pemerintah Nias Utara telah menganggarkan dana sebesar Rp 3 miliar untuk pembangunan gedung perkuliahan AKNIRA pada APBD TA. 2017, namun gagal.

Entah apa yang merasuki pimpinan daerah Nias Utara saat itu, sehingga baru pada tahun 2018 pembangunan gedung AKNIRA baru dilaksanakan, sehingga pemerintah pusat meragukan dan semakin tidak percaya akan komitmen pemerintah daerah Nias utara, yang akhirnya pada tahun 2019 Kementrian Ristek Dikti menghentikan pemberian anggaran/biaya operasional untuk AKNIRA.

Oleh karena berakhirnya masa binaan politeknik Payakumbuh kepada PDD AKNIRA pada tahun 2019, maka pemerintah Nias Utara menjalin kerja sama dengan USU supaya AKNIRA mendapat Program Studi Diluar Kampus Utama Universitas Sumatera Utara (PSDKU USU)
Pada proses awal, USU membuka peluang dan membuka diri kepada pemerintah Nias Utara agar supaya AKNIRA bisa menuju PSDKU USU, dengan catatan ; pemerintah Nias Utara sebagai stakeholder harus menjalankan berbagai prosedur dan syarat yang harus dipenuhi.

Baca Juga : Rombongan Desranasda Kunjungi Keluarga Ponadi di Kampung Tumang - Siak


Namun apa yang terjadi ?, saat ini AKNIRA terancam tutup dan gagal menuju PSDKU USU pada masa kepemimpinan Bupati M Ingati Nazara, oleh karena sifat mengabaikan, menyepelekan, dan tidak serius dalam melaksanakan proses dan syarat yang harus dipenuhi oleh pemerintah Nias Utara. Sehingga USU menjadi kecewa dan menilai pemerintah Nias Utara tidak serius memperjuangkan nasib AKNIRA yang kini berada di ujung tanduk kehancuran.

Sungguh jauh berbeda disaat kepemimpinan Edward Zega, yang saat itu selalu memacu gerakan kemajuan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, dibuktikan dengan upaya mendirikan AKNIRA yang saat itu didampingi oleh putra Nias Utara Dr Saharman Gea.

Diketahui sebelumnya bahwa anggaran yang sudah dikucurkan dalam membangun AKNIRA hingga saat ini sudah mencapai Rp 47,8 miliar, diluar tanah yang sudah di hibahkan oleh masyarakat untuk membangun AKNIRA.

Baru-baru ini, para Akademik AKNIRA bersama para dosennya melakukan audiensi digedung DPRD Nias Utara agar supaya pihak wakil rakyat meminta kepada pemerintah Nias Utara untuk mencari solusi agar AKNIRA dapat menuju PSDKU USU. Dan salah satu saran dari anggota DPRD agar Bupati Nias Utara meminta maaf kepada USU agar supaya hubungan kerja sama dapat terjalin kembali.

Kini terdengar isu, beberapa pejabat teras dan pemangku kepentingan, berniat menggagalkan AKNIRA dan mendirikan AKPER dan UT Jarak jauh.

Semoga pemimpin Nias Utara M Ingati Nazara segera mencari solusi agar apa musibah yang dialami AKNIRA saat ini dapat teratasi

Reporter : Ibezanolo Zega, Nias Utara

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini