Kepala Desa Afulu Diduga Selewengkan Dana Desa TA 2018

0
273
Nias Utara, NAWACITA - Bukan rahasia lagi, selama dua tahun warga dusun IV Desa Afulu Kecamatan Afulu menunggu itikad baik kepala Desa Idam Saleh Zalukhu untuk menjawab isu masyarakat yang selama ini terkesan dipendam. Namun kesabaran itu ada batasnya, demikian kalimat yang layak disampaikan kepada pak Kades Afulu.
Kepala Desa Afulu Diduga Selewengkan Dana Desa TA 2018

Nias Utara, NAWACITA – Bukan rahasia lagi, selama dua tahun warga dusun IV Desa Afulu Kecamatan Afulu menunggu itikad baik kepala Desa Idam Saleh Zalukhu untuk menjawab isu masyarakat yang selama ini terkesan dipendam. Namun kesabaran itu ada batasnya, demikian kalimat yang layak disampaikan kepada pak Kades Afulu.

Pemerintah pusat berupaya dengan sungguh_sungguh membantu masyarakat diseluruh tanah air hingga ke pelosok agar supaya adanya pembangunan Sumber Daya Manusia secara merata dan terciptanya kesejahteraan rakyat Indonesia.

Namun sangat disayangkan program pemerintah dalam membangun Desa karna masih banyak tangan _ tangan nakal yang selalu berambisi menggerogoti uang negara dijadikan sebagai lahan untuk mencari keuntungan dengan modal kewenangan yang dimiliki.

Seperti halnya yang dilakukan oleh kepala desa Afulu Idham Saleh Zalukhu bersama rekannya yang diduga menilap uang Dana Desa pada kegiatan pembukaan badan jalan di dusun IV Desa Afulu TA 2018.

Baca Juga: Diduga Selewengkan Dana Desa, Kepala Desa Afulu Dilaporkan ke Polres Nias

Dugaan tersebut terkuak setelah warga mengetahui secara jelas pada Laporan Pertanggung Jawaban realisasi anggaran DD TA 2018, dimana jumlah Hari Orang Kerja (HOK) dan jumlah HM alat berat yang disewa penuh dengan rekayasa atau mark_up.
Salah seorang warga dusun IV Desa Afulu Kecamatan Afulu yang namanya enggan disebut, Jumat (28/2/20) ia menjelaskan kepada awak media saat diwawancara ; bahwa ada beberapa item kegiatan yang kuat dugaan adanya penyelewengan pada penggunaan DD TA 2018 oleh Kades dan oknum lainnya secara berjamaah dan terstruktur, seperti : nilai HOK yang sesungguhnya dibayarkan pada warga hanya 157 HOK x Rp 80.000 = Rp 12.560.000, sedangkan yang tertulis dan terbaca didalam Laporan Pertanggung Jawaban adalah 1.302 HOK x Rp 80.000 = Rp 104.160.000, sehingga perbedaan anggaran sebesar Rp 91.600.000.

Selain itu, HM alat berat yang disewa pada pembukaan badan jalan, dimana jumlah yang tertulis dan terbaca dalam Laporan Pertanggung Jawaban realisasi anggaran adalah 430 jam x Rp 597.800/jam = Rp 257.054.400, sementara warga tahu persis jumlah hari kerja alat berat yang dipakai saat itu hanya enam hari kerja, itupun tidak sepenuhnya bekerja, jadi hitungan kotor saja kita kalikan, seandainya alat berat bekerja selama 6 hari x 24 jam = 168 jam x Rp 597.800 = Rp 100.430.400. Artinya kecurangan dalam Laporan Pertanggung Jawaban realisasi anggaran sudah jelas dan nyata, belum lagi sewa chainsaw 100 jam x Rp 55.700/jam = Rp 5.570.000, itu mana ada sewa chainsaw, boro_boro disewa sedangkan suara chainsaw saja selama kegiatan pembukaan badan jalan itu dilaksanakan tidak pernah terdengar, terang warga meyakinkan awak media.
Lanjutnya, jadi kini kita sudah menyerahkan pengaduan di polres pada tanggal 25/2/20 langsung diterima oleh anggota sat Tipikor polres Nias, selanjutnya tembusan surat juga sudah kita kirimkan, jadi kita percayakan kasus ini kepada pihak penegak hukum secara transparan dan terukur, jelasnya.

Beberapa kali awak media menghubungi kades Afulu untuk konfirmasi via selular, namun belum ada tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Ibezanolo zega