Dinilai Tidak Memiliki Tata Krama, Sukamto Tanoto Pencet Tombol Sirine Pakai Tangan Cebok di Depan Presiden RI

1
230
Pelalawan, NAWACITA - Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, meresmikan pabrik PT. Asia Pasific Rayon (APR) dan Laboratorium Pembibitan HTI PT. RAPP di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Jumat (21/2/2020).
Dinilai Tidak Memiliki Tata Krama, Sukamto Tanoto Pencet Tombol Sirine Pakai Tangan Cebok di Depan Presiden RI

Pelalawan, NAWACITA – Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, meresmikan pabrik PT. Asia Pasific Rayon (APR) dan Laboratorium Pembibitan HTI PT. RAPP di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Jumat (21/2/2020).

Pantauan www.nawacitapost.com tentang Peresmian PT.Asia Pasific Rayon (APR) dan Laboratorium Pembibitan HTI PT. RAPP ini. Banyak hadirin dan Tokoh-tokoh yang menyaksikan acara seremonial perusahaan industri swasta ini, merasa canggung melihat gaya sepele pemilik (Owner) PT. RAPP ini saat memencet Tombol Sirine dengan menggunakan tangan Cebok didepan Presiden RI.

Baca Juga: Diskominfo Pelalawan Bersama Komisi III DPRD Pelalawan Temui Kemenkominfo RI

Sikap Owner PT. RAPP ini, dinilai tidak miliki tata krama. sepertinya dia, sengaja meminta Presiden RI meresmikan anak perusahaannya (APR) agar bisa menunjukkan dan memperlihatkan pada ribuan rakyat Indonesia tentang kesepeleannya terhadap Kepala Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sukamto Tanoto yang pakai tangan Cebok ini didepan Presiden RI harus meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo dan kepada seluruh rakyat indonesia atas sikapnya yang menganggap Kepala Negara Kesatuan Republik Indonesia, selevel dengannya.

Paspampres dan atau pihak protokoler sekretariat Negara juga diminta untuk menegur dan mempertanyakan maksud dan tujuan pemilik perusahaan bubur kertas terbesar di asia pasific ini yang menggunakan tangan Cebok didepan Presiden Jokowi. Jika hal ini tidak klarifikasi oleh Sukamto Tanoto dikhawatirkan mengundang berbagai versi dari rakyat indonesia.

Selain Sukamto Tanoto ini mengecewakan atas sikapnya dan ditambah dengan adanya seorang karyawan bidang departemen ahli Cualifi Control APR yang tidak dapat menghafal dan menyebut butir-butir Pancasila sebagai dasar negara kesatuan republik indonesia saat Presiden RI memintanya menyebut hafalan pancasila itu.

Sungguh diluar dugaan, karyawan ini mengecewakan para hadirin, dikarenakan tidak bisa menyebutkan butir-butir Pancasila sebagai dasar Negara kesatuan Republik Indonesia kepada Presiden Republik Indonesia Ir. H.Joko Widodo.

Secara Gamblang, Jokowi pun memandu dan mendikte satu persatu butir butir Pancasila tersebut, seraya para hadirin bersorak, seperti yang di lansir dalam Vidio di akun FB Adi sukemi. (Yul)

Comments are closed.