Gubernur : Jangan Nodai Bromo dengan Sampah

0
81
SAMPAH
Gubernur : Jangan Nodai Bromo dengan Sampah

Probolinggo NAWACITAPOST – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta agar masyarakat Tengger dan wisatawan di Bromo tidak membuang sampah sembarangan. Hal itu guna mendukung pengembangan potensi pariwisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

“Jangan nodai Bromo dengan sampah. Selain mencemari lingkungan juga merusak pemandangan indah di Bromo. Kita harus jaga lingkungan agar alam tetap membawa kebaikan bagi kita semua,” tegas Gubernur Khofifah saat di Bromo, Sabtu (15/2).

Baca juga : Gubernur Upayakan Koneksitas Wisata Bromo Tengger Semeru

Guna mendukung pengurangan sampah, gubernur memberikan bantuan kontainer sampah yang akan ditempatkan di pelbagai titik di kawasan Bromo. Selain pengurangan sampah, Khofifah juga mengapresiasi upaya TNBTS memberlakukan Car Free Month di kawasan Lautan Pasir Bromo.

“Saya sempat melihat foto Pasir Berbisik (Lautan Pasir Bromo) tampak indah. Dengan adanya larangan kendaraan turun ke Pasir Berbisik ini, maka ke depan diharapkan bisa membuat Bromo lebih indah,” jelasnya.

Baca juga : Sebelum Eksekusi ‘Bangli’ Tambak Dalam, Garuda La Firm Ajak Warga ‘Tertipu’ Berdialog

Selain itu, berkurangnya kendaraan di Bromo juga mengurangi tingkat polusi. “Saat ini dari hasil riset sciencetist asal Jepang dan juga info dari PHRI, kondisi oksigen di Bromo pada posisi terbaik. Ini sangat baik untuk menigkatkan kunjungan wisata ke Bromo sambil menikmati asap Bromo yang sesekali bisa membentuk gambar seperti pewayangan,” tuturnya.

Saat berada di Lautan Pasir, Khofifah juga mengendarai kuda. “Hari ini juga naik kuda, sama seperti wisatawan yang lain. Saya kira pemberlakuan Bromo bebas kendaraan ini juga perlu dikaji lagi. Apa cukup menggunakan kuda dan jeep bisa dicarikan jalur lain untuk wisata,” katanya.

Baca juga : Tunggangi Kuda di Pasir Berbisik, Khofifah Ajak Dialog Masyarakat Tengger

Pemberlakukan Car Free Month di Lautan Pasir Bromo juga dalam rangka menghormati Bulan Kapitu yang menjadi tradisi masyarakat Tengger. TNBTS berlakukan penerapannya sejak 24 Januari hingga 24 Februari 2020. (afr)