Survey ASTI, dr. Sukma Sahadewa Elektabilitas Tertinggi di Pilbub Kediri

0
14
SURVEY
Survey ASTI, dr. Sukma Sahadewa Elektabilitas Tertinggi di Pilbub Kediri

Kediri NAWACITAPOST – Jelang pilihan kepala daerah serentak, Lembaga survei Akurasi Survei Terukur Indonesia (ASTI) merilis hasil survei. Kali ini survey dilakukan untuk melihat Popularitas dan Elektabilitas calon-calon yang muncul untuk Pilbub Kabupaten Kediri.

Saat ini tercatat ada 8 nama yang muncul dalam survey yang dilakukan ASTI sebelum penetapan nama bakal calon oleh partai politik. Diantaranya yang tertinggi adalah Masykuri dan dr Sukma Sahadewa.

Baca juga : Bersatu, Barisan ‘AREK SUROBOYO’ Deklarasi Dukung Wisnu Sakti Cawali Surabaya

Popularitas Masykuri yang saat ini menjabat Wakil Bupati Kediri mencapai 80,30 persen. Sedangkan dr Sukma Sahadewa 76,69 persen. Survei dilakukan akhir Januari hingga awal Februari 2020.

“Secara popularitas Masykuri sangat tinggi mencapai 80,30 persen. Namun soal elektabilitasnya ada masyarakat yang masih ragu, ada yang menolak dan ada yang menjawab,” ungkap Baehaqi, Manajer Operasional ASTI kepada awak media di Kediri, Rabu (12/2/2020) malam.

Baca juga : Dihadiri Puluhan Barisan Relawan, ‘Benteng Lia’ Buka Posko di Wonocolo

Selain Masykuri dan dr Sukma Sahadewa, bakal calon yang memiliki popularitas tinggi seperti Mujahid 72,70 persen, Insaf Budi Wibowo 66,80 persen, HM Ridwan 58,40 persen, Hanindito Himawan Pramana 53,70 persen, Eko Ediyono 46,50 persen dan Hj Yekti Wurih Wiyati 48,80 persen.

Sementara tingkat elektabilitas bakal calon bupati dari hasil survei ASTI, dr Sukma Sahadewa mencapai 12,6 persen dan Masykuri 11,4 persen.

Disusul kemudian Mujahid 8,3 persen, HM Ridwan 4,2 persen, Insaf Budi Wibowo 2,8 persen, Hanindito Himawan Pramana 1,7 persen, Yekti Wurih Wiyati 1,2 persen dan Eko Ediyono 0,8 persen. Sedangkan swing voter mencapai 57 persen.

Baca juga : Usai Temu Kiai, Ning Lia dan Fattah Jasin Ziarah ke Makam Sunan Ampel

Dalam melakukan survei, sampling responden dilakukan door to door secara langsung ke masyarakat di 26 kecamatan, 100 desa dengan jumlah 1.000 responden.

“Kami menemukan keluhan masyarakat, sehingga bakal calon bupati masih memerlukan tenaga untuk turun ke masyarakat. Karena masyarakat masih banyak yang tidak mengenalinya,” jelasnya.

Baca juga : Rapimcab PPP Surabaya Diakhiri Tanda Tangan Pakta Integritas Machfud Arifin

Termasuk masyarakat masih banyak yang belum mengetahui berkaitan dengan kegiatan Pilkada Kabupaten Kediri bulan September 2020. “Ada 50 persen lebih masyarakat tidak mengetahui ada agenda Pilkada 2020. Sehingga penyelenggara perlu lebih intens melakukan sosialisasi,” jelasnya.

Sesuai rencana ASTI akan melakukan survei ulang setelah bakal calon telah resmi dicalonkan partai bersama dengan pasangannya.

“Setelah ada penetapan dan rekomendasi partai kami akan survei lagi,” jelasnya.

Survei pertama yang dilakukan ASTI tanpa menyebutkan nama. Masyarakat ditanya kenal dengan bakal calon bupati yang disebut oleh responden survei. (BNW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here