KPI Inisiasi Gerakan Literasi di UNESA

3
87
literasi
Nuning Rodiyah, Komisioner KPI memberi paparan Literasi di hadapan Meutya Hafidz, Ketua Komisi 1 DPR RI, Gilang Iskandar, Sekjen Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Rektor UNESA Nur hasan serta puluhan Mahasiswa UNESA. Kamis, 6/02/20

Surabaya NAWACITAPOST – Media memiliki peran penting dalam menjadi pemersatu bangsa serta menjaga kebudayaan nasional  dan untuk mencapai kondisi itu diperlukan siaran yang berkualitas. Semangat ini yang dibawa dalam peresmian Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) di gedung rektorat Lt. 11 Unesa Kampus Lidah Wetan, kamis (6/2).

Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia pusat ini, hadir Meutya Hafidz, Ketua Komisi 1 DPR RI, Gilang Iskandar, Sekjen Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), beberapa Komisioner KPI Pusat, perwakilan dari Dinas Kominfo Jawa Timur, serta para peserta yang terdiri atas guru dan mahasiswa.

Baca juga : Tes SKD CPNS Pemprov Jatim Digelar 8-26 Februari 2020

Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes, Rektor, dalam sambutannya menghaturkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Unesa sebagai titik awal gerakan ini. Ia menyambut dengan tangan terbuka dan berkomitmen mendukung semua gerakan yang berdampak baik bagi masyarakat. Terkait acara ini, Nurhasan berharap media dapat menjalankan peran mengedukasi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini bisa membantu masyarakat untuk lebih cerdas menyikapi informasi negatif serta lebih siap mengantisipasi hoax”, terangnya

Baca juga : Khofifah Minta Korban dan Pelaku Bullying di Kota Malang Didampingi Psikolog

Nurhasan juga berharap media mampu menjalankan peran pelestarian budaya. Apalagi dengan kemudahan masuknya budaya-budaya asing.

“sekarang ini generasi muda lebih hafal lagu asing daripada lagu nasional, lebih mengenal tokoh selebritis dari pada pahlawan bersejarah. Sehingga saya berharap media dapat berperan untuk mengajarkan generasi selanjutnya pada kebudayaan bangsa”, terangnya.

Baca juga : Sekdaprov Jatim: Penanggulangan Bencana Tanggung Jawab Bersama

Harapan pada penguatan fungsi media juga diungkapkan Meutya Hafidz, Ketua Komisi I DPR RI. Dalam keynote speech, ia mengajak segenap pihak untuk mendorong bersama menjaga siaran dan mengawasi media penyiaran.

 “Tidak mungkin (pengawasan) hanya dibebankan kepada komisioner. peran KPI, masyarakat dan akademisi sangat penting untuk bersama-sama dalam menjaga penyiaran, mewujudkan mimpi mempunyai tayangan indonesia yang berkualitas, serta tayangan olahraga yang dapat mempersatukan bangsa,” jelasnya

Baca juga : Wagub Emil : Sinergitas Notaris dan PPAT Perkuat Daya Saing Ekonomi Jatim

Sementara, Nuning Rodiyah, Komisioner KPI, sekaligus Koordinator GLSP ini menyebut gerakan ini merupakan upaya penguatan hak publik atas pengawasan dan peningkatan kualitas siaran TV dan radio.

“Data kepemirsaan kami menunjukkan bahwa mayoritas penonton (60%) masih suka menonton program hiburan seperti sinetron. Oleh karena itu, Melalui gerakan ini, kami ingin mendorong masyarakat cerdas memilih dan memilah tayangan yang berkualitas. Kami juga berharap bapak ibu semua menjadi agen literasi yang mengedukasi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Baca juga : Pemprov Jatim Akan Mulai Misi Dagang Perdana Tahun 2020 di Provinsi Sumut

Gerakan ini akan berlangsung di 10 kota di Indonesia, yaitu Surabaya, Jogjakarta, Solo, Manado, Medan, Kebumen, Sorong, Mamuju, dan Aceh.

Kegiatan GLSP di Unesa diisi seminar dan workshop sekolah Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). (BNW)

Comments are closed.