Undang Bacawali Independen, KPU Surabaya Pastikan Kelancaran Input Silon

2
190
silon
Undang Bacawali Independen, KPU Surabaya Pastikan Kelancaran Input Silon

Surabaya NAWACITAPOST – Mungkin banyak yang belum tahu aturan untuk seseorang maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui jalur perseorangan/independen. Yang jelas tidak semudah langkah jalur Parpol yang hanya mendapatkan Rekom minimal dari 20% dari jumlah kursi yang ada di DPRD setempat.

Selain harus mengumpulkan KTP dan surat pernyataan (formulir B. 1-KWK) dari pemilik KTP dukungan sebanyak 6,5% dari jumlah penduduk setempat, Bakal calon juga harus menginput sendiri data ke Sistem Informasi Pencalonan (Silon) Pemilu.

Baca juga : Hadiri Rapimcab PPP, Ning Lia : Tetap Ikhtiar dan Tawakkal

Maka dari itu, Hari ini (Senin, 03/02/20) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya mengundang beberapa pasangan Bakal calon wali (Bacawali) dan Bakal calon wakil wali (Bacawawali) kota Surabaya untuk kembali mensosialisasikan sekaligus memberikan pelayanan jika ada yang kerepotan dalam Penginputan data dukungan online di SILON.

“Istilahnya jika mereka ada masalah, ya kita selesaikan,” ujar Muhammad Kholid Asyadulloh, Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Surabaya kepada Nawacitapost.(3/2)

Baca juga : Rapimcab PPP Surabaya Diakhiri Tanda Tangan Pakta Integritas Machfud Arifin

Terkait kejadian yang dialami salah satu Paslon yang mengeluhkan ada kehilangan jumlah saat penginputan SILON, Kholid menyatakan akan menjadi bahan konsultasi ke Jakarta karena sistim ini dibangun oleh KPU RI.

“Sementara kita anjurkan untuk input secara Offline, karena sebenarnya sistim ini diutamakan untuk input offline terlebih dahulu baru nanti dihari terakhir ada submit dukungan ke online,” jelas Kholid.

Baca juga : Penyerahan Hasil Survey, DPD Golkar Surabaya Mengaku “SEVISI” dengan Machfud Arifin

Untuk jadwal penyerahan syarat dukungan dan pesebaran, Kholid kembali menegaskan bahwa akan dilakukan pada tanggal 19-23 Februari 2020, setelah itu diadakan verifikasi jumlah dukungan tanggal 19-26 Februari.

Kemudian, bagi bakal paslon yang sudah memenuhi persyaratan akan dilakukan verifikasi administrasi mulai tanggal 27 Februari s/d 25 Maret 2020, dan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kesesuaian formulir B. 1-KWK dengan KTP.

“Bagi yang lolos akan dilakukan verifikasi faktual dilakukan tanggal 26 Maret – 15 April,” paparnya.

Baca juga : Musyafa Noer Usulkan Lia Istifhama Jadi Wakil Machfud Arifin

Apabila dalam verifikasi faktual terdapat ketidakcocokan dengan data dilapangan maka Paslon diberi kesempatan untuk perbaikan data pada 29 April – 2 Mei dengan syarat menyerahkan kembali sebanyak dua kali lipat dari jumlah kekurangan data.

Jadi, lanjut Kholid, di tanggal 19 Februari nanti bukanlah pendaftaran Paslon Perseorangan melainkan baru penyerahan syarat dukungan.

Sesuai Peraturan KPU Nomor 15/2019 tentang Tahapan Pilkada, Pendaftaran Paslon Perseorangan dan Jalur Partai akan diadakan pada 16-18 Juni dan akan ditetapkan tanggal 8 Juli 2020, pungkas Kholid. (BNW)

Comments are closed.