Ketua KNPI Kota Gunungsitoli Kutuk Pernyataan Rocky Gerung

1
3172
Gunungsitoli, NAWACITA - Diskriminasi rasial dalam bentuk verbal kembali terjadi di NKRI yang terkenal dengan sikap santun dan toleransinya. Pemilik akun twitter #AkalSehat @RGFansclub2019, kembali yang ditengarai dimiliki oleh Rocky Gerung, membuat pernyataan provokatif yang menciderai perasaan marga Laoli dan masyarakat Nias pada umumnya. 
Ketua KNPI Kota Gunungsitoli Kutuk Pernyataan Rocky Gerung

Gunungsitoli, NAWACITA – Diskriminasi rasial dalam bentuk verbal kembali terjadi di NKRI yang terkenal dengan sikap santun dan toleransinya. Pemilik akun twitter #AkalSehat @RGFansclub2019, kembali yang ditengarai dimiliki oleh Rocky Gerung, membuat pernyataan provokatif yang menciderai perasaan marga Laoli dan masyarakat Nias pada umumnya. (1/2/2020).

Dalam tweet tersebut, #AkalSehat menyitir demikian, “aku punya anjing kecil kuberi nama laoli, dia senang bermain-main harun namanya. Laoli kemari gug gug gug!

Menyikapi hal tersebut, Ketua KNPI Gunungsitoli, Kariaman Zebua memberi sebuah pernyataan sikap tegas dan mengutuk penghinaan yang diduga dilakukan oleh ‘tokoh’ masyarakat bernama Rocky Gerung.

Baca Juga: Anggota DPD RI Dr. Badikenita Hadiri Pelantikan DPD KNPI Kota Gunungsitoli

Dalam pernyataannya kepada media nawacitapost, satire yang dituliskan oleh akun #AkalSehat telah secara terbuka melukai perasaan marga Laoli dan masyarakat Nias secara umum.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Setidaknya pemilik akun #AkalSehat memberi klarifikasi atas muatan tweet yang sungguh menciderai rasa kemanusiaan itu. Kata ‘anjing’ yang diasosiasikan terhadap marga Laoli merupakan sebuah sikap tidak terpuji dalam kerangka dinamika pembangunan dan revolusi mental nasional yang lebih kompleks.

Ketua KNPI ini mengatakan walaupun dalam sebuah tweet lain yang kemudian dikomentari oleh akun #AkalSehat dengan meminta maaf di akun @apollolase “Terimakasih atas kritik & tegurannyategurannya, mhn maaf atas ketidaktahuan & ketersinggungan ini, karena majas satire bgitulah bekerja dengan sindiran bukan hinaan. Ternyata laoli adalah marga, sekali lagi minta maaf atas ketidaknyamanan! sebut akun #AkalSehat.

Zebua mengatakan bahwa hal ini belumlah cukup untuk membuat efek jera kepada pemilik akun. Apalagi ditengarai bahwa pemilik akun tersebut adalah tokoh publik. Sebab jika dibiarkan, yang lainpun akan memiliki alasan untuk mengulangi hal yang sama dengan dalil boleh saja demi kebebasan berpendapat.

“Jika benar bahwa pemilik akun tersebut adalah RG, maka sangat jelas bahwa RG sebagai ‘tokoh intelektual’ versi followersnya sudah menciderai nilai-nilai keadaban publik yang mendiskreditkan kelompok tertentu (khususnya masyarakat Nias) yang dia anggap sebagai (red. binatang)”, tegas Zebua dengan nada tinggi.

Comments are closed.